Pangkogabwilhan III Cek Pasukan di Timika
anglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Ganip Warsito tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (09/11/2020).
anglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Ganip Warsito tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (09/11/2020).

Papua60detik - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Ganip Warsito mengecek kondisi Satuan Tugas (Satgas) yang melakukan operasi khusus penegakan hukum di Papua, Senin (09/11/2020).

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan Pangkogabwilhan III bukan hanya di Mimika saja.

"Meliputi Papua, Papua Barat hingga Maluku. Dan hari ini Pangkogabwilhan kunjungan kerja ke Mimika untuk melihat Satgas-satgas yang ada," ujarnya kepada Papua60detik lewat panggilan WhatsApp Senin sore.

Suriastawa mengatakan, pengecekan dan evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tugas pokok dan kesiapan Satgas dan kendala tugas pengamanan di wilayah Papua.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir kontak tembak antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kelompok yang menyebut diri TPNPB-OPM di beberapa wilayah Papua, khususnya Kabupaten Intan Jaya terus terjadi.

Asops Kogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo memastikan pasukan TNI dan Polri tetap melanjutkan operasi penegakan hukum di wilayah Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

Peristiwa terbaru, satu prajurit TNI atas nama Pratu Firdaus Kurniawan yang ditembak oleh KKSB di wilayah Titigi, Intan Jaya pada Jumat (06/11/2020) kemarin. Operasi di wilayah itu katanya, tidak akan terhenti.

"Kami tetap melanjutkan operasi sampai daerah Sugapa kompleks menjadi lebih aman lagi ke depan. Kami tidak akan mundur, tetap melaksanakan tugas operasi di sana," kata Suswatyo, Sabtu (07/11/2020).

Ia mengatakan, kehadiran aparat TNI dan Polri di wilayah Intan Jaya semata-mata memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah itu agar bisa kembali melakukan aktivitasnya tanpa rasa takut dan terancam.

"Kehadiran aparat itu untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, jangan disalahartikan," ujarnya. (Salmawati Bakri)