Peringati HAN, Wakil Bupati Bicara Kenakalan Remaja
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong  pada peringatan HAN di Kabupaten Mimika, Rabu (23/07/2025).. Foto: Martha/ Papua60detik
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong pada peringatan HAN di Kabupaten Mimika, Rabu (23/07/2025).. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong soroti kasus kekerasan terhadap anak dan kenakalan remaja pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN), Rabu (23/07/2025).

Menurutnya, kenakalan remaja sering terjadi karena tidak adanya ruang atau kegiatan positif bagi anak-anak untuk meluapkan emosi. Selain itu, keadaan ekonomi memaksa anak melakukan banyak cara untuk bertahan hidup. 

Karena masalah ekonomi, di Timika masih sering dijumpai anak-anak meminta-minta di toko, menjadi anak karton, menjadi anak ibon, sebagian lagi pengguna Narkoba. 

Katanya, semua fenomena itu tidak terlepas dari peran keluarga sebagai fondasi utama.

"Itu bertumbuh dari bawah, dari keluarga tidak mendapat perhatian, masuk ke lingkungan sekolah tidak ada ruang juga untuk mereka. Banyak hal yang menjadi faktor. Prinsipnya adalah tidak mendapatkan perhatian," ujar Emanuel. 

Ia mengatakan, masih banyak pembenahan yang harus dilakukan oleh Pemkab, khususnya pada kesejahteraan anak yang menurutnya harus dimulai dengan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.

"Kita coba petakan sekarang di mana masalah sering terjadi, tentang kekurangan gizi. Walaupun ada program pemerintah pusat, pemberian makanan gratis, itu pun kita jalan berbarengan," terangnya. 

Menyasar remaja putus sekolah Pemkab Mimika katanya akan membuka Balai Latihan Kerja (BLK). 

"Tapi pemerintah sekarang tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan stakeholder lain. Kita berinisiatif mengundang pihak-pihak lain menyelesaikan masalah anak ini," pungkasnya. 

Di hari anak ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) juga melakukan kegiatan yang diikuti oleh anak PAUD-SMA. Seperti lomba menyanyi dan mewarnai. (Martha)