Polisi Dalami Kasus Penganiayaan 5 Nakes di Amuma Yahukimo
Proses evakuasi tenaga kesehatan dari Distrik Amuma. Foto: Ama/ Papua60detik
Proses evakuasi tenaga kesehatan dari Distrik Amuma. Foto: Ama/ Papua60detik

Papua60detik - Aparat kepolisian tengah mendalami kasus penganiayaan terhadap Tim Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Regional Papua pada Selasa (31/10/2023).

Kelima nakes itu antara lain: Angganita Mandowen, Sandy Ransar, Ferdinandus Suweni, Adrianus Edwardus Harapan, dan dr Danur Widura. Kelimanya adalah Tim Crisis Center Regional Papua.

Pelakunya diduga kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo di Distrik Amuma.

"Saat ini personel di lapangan tengah melakukan investigasi lebih lanjut dengan mengumpulkan informasi saksi dan bukti-bukti yang ada," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo dalam rilisnya. 

Ia mengungkap, kondisi para korban mengalami luka akibat dianiaya senjata tajam dan pemukulan. 

“Para korban mendengar suara teriakan dari atas bukit dan melihat sekelompok KKB yang wajahnya dihitamkan. Kelompok tersebut membawa alat tajam seperti busur panah, kampak, parang, dan senjata api. Mereka merusak jendela dan pintu kantor Puskesmas Amuma,” kata Benny.

Para pelaku memerintahkan semua korban keluar dari Puskesmas, memeriksa handphone, tas, dan kartu identitas. 

“Salah satu korban, Adrianus Edwardus Harapan, ketakutan dan mencoba melarikan diri melalui jendela, namun dia dikejar dan diserang oleh KKB. Mereka menodongkan senjata api, menganiaya hingga membacok tangan kiri korban,” ujarnya.

Setelah memeriksa dan memastikan identitas para tenaga kesehatan (Nakes), KKB akhirnya melepaskan mereka dan kembali ke hutan. 

"Para korban sudah diberangkatkan kemarin, Rabu (1/10/23) menggunakan pesawat Trigana menuju Rumah Sakit Provita untuk penanganan medis lebih lanjut," kata Benny. (Amma)