Proyek Air Bersih Tunggu Kebijakan Bupati Defenitif
Papua60detik - Pemkab Mimika baru akan melanjutkan pengerjaan proyek air bersih setelah pelantikan bupati definitif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Robert Mayaut beralasan dalam pengerjaan proyek itu, harus ada kebijakan khusus karena akan memerlukan subsidi akibat biaya operasional dipastikan akan besar.
"Nanti dari bupati Defenitif, kebijakan beliau seperti apa, artinya skema penangan air ini seperti apa, mau diserahkan ke pihak ketiga, Perusda, perusahan yang mau mengelola, baru kita tinggal terima bersih. Pasti ada orang-orang yang menggerakan itu, tidak bisa Dinas PU sendiri. Dan itu sudah di tingkat skala besar yang harus dijalankan," kata Robert saya diwawancarai, Kamis (20/02/2025).
Robert menyebut, hingga saat ini, sudah ada sekitar 7.000 sampai 8.000 sambungan dari target 50.000 sambungan.
Ia mengakui jumlah rumah yang sudah tersambung air bersih memang masih kecil dari target. Hal itu karena masalah pemasangan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) atau pipa besar yang memakan biaya besar ditambah dengan pipa berdiameter sedang dan kecil untuk masuk ke rumah-rumah.
Selain itu, kata Robert, Ground Water Tank (GWT) serta kabel yang ada di bundaran SP2-SP5 banyak dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab. Saat ini pihaknya sedang menunggu PTFI untuk membantu memasang kembali kabel-kabel yang telah dicuri.
"Kita bisa running, tapi kalau kita running pasti ada subsidi. Artinya, kita jalan baru biaya retribusi yang dipungut-pungut itu belum bisa menutupi biaya operasional. Nanti seperti apa, kita tunggu kebijakan bupati," pungkasnya. (Martha)