PUPR Mimika dan PT Ariana Adicipta Seminar Pendahuluan Perencanaan Kapiraya
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika  gandeng PT. Ariana Adicipta melakukan seminar pendahuluan perencanaan kota Kapiraya, foto: Martha/Papua60detik
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika gandeng PT. Ariana Adicipta melakukan seminar pendahuluan perencanaan kota Kapiraya, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika  gandeng PT. Ariana Adicipta melakukan seminar pendahuluan perencanaan kota Kapiraya Kabupaten Mimika, Jumat (21/08/2026). 

Perencanaan ini sesuai dengan RPJMD Kabupaten Mimika yaitu membuka pusat ekonomi baru dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Sumitro Hamzah menjelaskan bahwa Kapiraya memiliki posisi strategis di pesisir Kabupaten Mimika. 

Kapiraya juga memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah. Oleh karena itu, diperlukan keteraturan serta perencanaan kota yang baik dan terarah agar pembangunannya terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

"Penyusunan dokumen ini dilaksanakan oleh PT Arino Adisita. Pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan, dengan masa kontrak yang telah dimulai sejak akhir Juli," kata Sumitro dalam laporannya. 

Sementara itu, usulan delineasi kawasan perencanaan Kota Kapiraya seluas 3.283,20 Ha. Narasumber dari PT Ariana Adicipta, Sulaiman, menjelaskan bahwa Kapiraya berada di Distrik Mimika Barat Tengah dan memiliki karakter sosial budaya kuat.

Menurutnya, kondisi sosial budaya masyarakat Kapiraya tidak dapat dipisahkan dari karakter wilayah Mimika yang didominasi kawasan pesisir, sungai, rawa, serta hutan sagu. Kondisi tersebut turut membentuk pola kehidupan dan hubungan sosial masyarakat setempat.

"Dalam konteks sosial seperti ini, hubungan antar anggota masyarakat cenderung bersifat komunal, ditandai ketergantungan terhadap jatihhan keluarga surya lingkungan alam," ujar Sulaiman dalam penjelasannya. 

Dari sisi infrastruktur, Sulaiman memaparkan bahwa Kapiraya saat ini telah memiliki sarana transportasi, satu unit bandara dan satu unit dermaga.

Sementara untuk pelayanan kesehatan, tersedia satu Pustu, bidang pendidikan, tereedia satu sekolah dasar, SD Inpres Uta II Kapiraya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan arah pembangunan Kota Kapiraya ke depan. Namun, dengan perencanaan yang matang, Sulaiman menyebut Kapiraya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika. 

Selain itu, Sulaiman menjelaskan, ada beberapa isu utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan. Salah satunya adalah keterbatasan transportasi, menurunnya kualitas sanitasi lingkungan, belum optimalnya pengelolaan sampah, keterbatasan pelayanan dasar, risiko kerusakan lingkungan, serta gangguan terhadap keamanan dan ketertiban. (Martha)