Sebelum Magang ke Jepang, 10 Siswa SMK Yapis Timika Ikut Pelatihan LPK ULS
Papua60detik - SMK Yapis Timika mengirimkan 10 siswa untuk mengikuti training atau pelatihan yang akan dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek sebagain persiapan mengikuti magang kerja di Jepang.
Kepala SMK Yapis Timika, Sahaka Rumagia mengatakan magang kerja ini merupakan program pemerintah yang baru pertama kalinya didapatkan oleh SMK Yapis.
"Peruntukannya hanya untuk SMK pusat keunggulan. Sekolah kita baru tahun 2023 kemarin ditetapkan sebagai unggulan. Sehingga tahun ini pemerintah meminta kami menyiapkan 10 anak untuk mengikuti program magang," ujar Sahaka, Rabu, (08/05/2024).
Sebelum diberangkatkan ke Jepang, siswa terpilih ini akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan. SMK Yapis bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Universal Language Skill. LPK ini adalah lembaga pelatihan dari Jakarta.
"Kami mendatangkan tenaga pengajar itu dari Jakarta dengan biaya yang digelontorkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Vokasi, Kemendikbudristek," tambahnya.
LPK Universal Language Skill akan memberi pelatihan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, serta budaya kerja orang jepang.
Setelah pelatihantiga bulan siswa harus mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikat sebagai tanda kesiapan bekerja.
Sahaka mengaku senang dengan perhatian yang diberikan oleh pemerintah. Sebagai sekolah unggulan, pemerintah membantu penyediaan fasilitas penunjang belajar siswa. Bahkan memberikan pelatihan pengembangan skill secara gratis kepada para guru dan kepala sekolah.
"Tentu harapan kami bisa menjalankan kepercayaan pemerintah. Kami tidak hanya meluluskan siswa, tapi kami juga ingin berdampak bagi masyarakat. Pemerintah tentu mengharapkan itu juga," pungkasnya. (Martha)