Terkendala Transportasi, Pelajar di Mimika Timur Numpang Truk
Papua60detik - Pelajar di wilayah Mimika Timur harus menunggu tumpangan untuk kembali ke rumahnya saat pulang sekolah. Mereka terpaksa mengabaikan keselamatan untuk sampai ke rumah.
Anggota DPRD Mimika Thobias Albert Maturbongs mengatakan bahwa pemerintah harus merespon persoalan tersebut.
"Bis bekas PON itu banyak, kenapa pemerintah tidak bisa memfasilitasi (mereka) . Katanya mau tingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tapi kenapa tidak siapkan fasilitas," ujarnya, Senin (6/11/2023).
"Ada dari Lokpon yang jalan kaki untuk ke sekolah dan itu sekitar tiga kilo jaraknya dari jalan besar. Jadi Pendidikan dan Perhubungan kerja sama untuk atasi masalah ini," lanjutnya.
Dia sendiri mengaku sering melihat adanya bus bekas PON lalu lalang di jalanan, namun tidak tahu peruntukannya.
"Maka dari itu pemerintah harus lihat, apa yang tidak bisa, anggaran terlalu besar kenapa hal-hal begini tidak ada solusi. Ini anak-anak Mimika musti dilayani," tegas dia.
Hal sama juga dikatakan Anggota DPRD Amandus Gwijangge bahwa setahu dia pada saat pembahasan APBD dari dinas perhubungan akan melakukan pengadaan bus bekas PON itu untuk pelayanan ke sekolah.
"Jadi saya pikir jangan terlalu lama kalau bisa dalam waktu dekat segera pengadaan ini jadi solusi untuk mereka anak-anak ini agar tidak terlantar, karena kasihan mereka ini tidak ada orang tua yang mampu," ungkapnya.
Dia mengaku menyaksikan sendiri pelajar harus menunggu tumpangan untuk kembali ke rumah dengan mencegat truk, pickup yang melintas.
"Saya sendiri melihat anak-anak ini numpang truk, pickup kalau ada lewat dia numpang dan itu bisa merugikan dia sendiri terkait keselamatannya," katanya. (Eka)