Willem Wandik Sebut Konferensi Kingmi Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat, Babi Hampir Habis
Ketua Panitia Konferensi Sinode Kingmi XI, Willem Wandik menyambut kedatangan para peserta konferensi, Jumat (29/10/2021).   Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Ketua Panitia Konferensi Sinode Kingmi XI, Willem Wandik menyambut kedatangan para peserta konferensi, Jumat (29/10/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Pelaksanaan Konferensi Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) ke-XI di Tanah Papua tinggal menghitung hari.

Para peserta pun sudah mulai berdatangan dari berbagai koordinator. Hari ini ada 4 koordinator yang hadir yakni, Jayawijaya, Paniai, Yahukimo dan Nduga.

Ketua Panitia, Willem Wandik mengatakan sudah 75 persen warga Kingmi yang hadir dari sekitar 3.000 yang ditargetkan.

Sementara untuk peserta resmi sudah 300 peserta dari 600 orang.

“Hanya tinggal 25 persen yang ada di Jayapura. Mungkin besok mereka datang. Dan sebagian dari Nduga ada yang Senin baru tiba. Itu adalah kloter terakhir,” ungkapnya saat ditemui di halaman Sekretariat Konferensi Kingmi XI di Jalan Cenderawasih, Jumat (29/10/2021).

Meski baru akan dibuka, Senin (1/11/2021), namun panitia sudah siap. Peserta yang hadir sudah mulai bakar batu sebagai bentuk sambutan. Ratusan babi sudah dihabiskan.

Menurutnya event besar yang akan berlangsung hingga tanggal 6 November ini akan menumbuhkan ekonomi masyarakat Mimika khususnya bagi para peternak babi.

“Satu hal yang saya mau kasih tahu bahwa konferensi ini, masyarakat mulai bertumbuh. Ekonomi hidup, ternak orang Toraja habis. Mereka tertawa. Kandang semua tersapu habis. Dong kaya ini. Luar biasa. Ini menunjukkan bahwa gereja ini Papua punya. Nah ini menunjukkan bahwa orang pribumi kami punya,” ungkapnya gembira.

Untuk persiapan event yang sudah lama ditunggu-tunggu warga Kingmi ini, Pemda Mimika menyiapkan 15 bus dan Pemda Puncak 2 bus serta puluhan mobil. 

“Jadi sudah memadai. Dan disiapkan fasilitas hotel untuk peserta jadi memang luar biasa. Panitia hebat siapkan semua-semuanya,” tutupnya. (Anti Patabang)