APBD-P Mimika 2025: 8 Fraksi DPRK Kompak Sampaikan Apresiasi & Catatan Kritis
Papua60detik – Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRK Mimika yang digelar Kamis (21/8/2025) berlangsung dinamis.
Delapan fraksi DPRK Mimika satu per satu menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025.
Dalam pandangan umum, fraksi-fraksi menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika yang telah mempercayakan putra Kamoro, Abraham Kateyau, sebagai Plt Sekda Mimika, serta kepada TAPD yang berhasil menyusun KUPA/PPAS Perubahan 2025.
Fraksi Golkar menekankan penyelesaian persoalan tapal batas antar kabupaten. Pemerintah diminta hadir dan memberikan pelayanan maksimal di wilayah-wilayah rawan klaim dari daerah tetangga.
Sementara itu, Fraksi PKB melalui juru bicaranya Benyamin Sarira menegaskan, meski pembahasan APBD-P telah melalui mekanisme yang sah, pelaksanaan harus dipastikan sesuai program prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
“Fraksi PKB berharap agar target pendapatan daerah dapat dioptimalkan melalui potensi sumber-sumber pendapatan yang bisa menghasilkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” pintanya.
Fraksi PDI Perjuangan lewat Adrian Andhika Thie memberikan apresiasi atas capaian 100 hari kerja Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.
“Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi berbagai terobosan dan capaian kinerja pemerintahan John Rettob – Emanuel Kemong dalam hal menata reformasi birokrasi, demi menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berwibawa,” ungkapnya.
Fraksi Demokrat melalui Dessy Putrika Rosa Rante menolak anggaran yang hanya berorientasi pada seremoni.
“Fraksi Demokrat menolak untuk anggaran yang digunakan atau diperuntukkan bersifat kegiatan seremonial saja, anggaran yang ada di APBD Perubahan 2025 benar-benar bermanfaat demi mensejahterakan masyarakat Mimika,” tegasnya.
Fraksi Gerindra mendorong pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua, khususnya Amungme dan Kamoro, dalam proyek daerah. Fraksi ini juga mendesak percepatan pengerjaan fisik dan program rumah layak huni bagi OAP.
Fraksi Eme Neme Yauware melalui Hj. Ranmmorani Rachman menyoroti perlunya peningkatan PAD dari sektor perikanan dan memberi apresiasi atas inisiatif budaya.
“Fraksi Eme Neme Yauware mengapresiasi langkah Bupati Mimika untuk menghidupkan pesta budaya bakau sekaligus dalam rangka perayaan emas Distrik Mapurujaya ke-50 tahun dengan melibatkan sejumlah distrik di Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Fraksi Rakyat Bersatu lewat Herman Gafur menilai pemerintah telah menunjukkan keseriusan di bidang pendidikan.
“Apresiasi kepada semua OPD-OPD yang telah melakukan penyesuaian program pada skala prioritas secara rasional dengan disesuaikan visi misi Bupati – Wakil Bupati 2025–2030,” katanya.
Sementara itu, Fraksi Kelompok Khusus melalui Abrian Katagame menekankan pentingnya keharmonisan eksekutif dan legislatif.
“Kelompok Khusus akan berjalan bersama pemerintah dan mendukung seluruh program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat. Fraksi Kelompok Khusus memandang perlu mencermati agar anggaran yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan efisien demi pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (Faris)