Data Dinkes, Kasus HIV-AIDS Lebih Banyak Ditemukan di Kelompok Perempuan
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, foto; Martha/Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Data Dinas Kesehatan Mimika menunjukkan, Januari hingga September 2024, dari 31.383 orang yang diperiksa, ditemukan sebanyak 347 orang terpapar Human Immunodeficiency Virus - Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS).

Kasus HIV-AIDS paling banyak ditemukan di Distrik Mimika Baru yaitu sebanyak 275 kasus. Diikuti Distrik Kuala Kencana sebanyak 27 kasus, Distrik Wanita 25 kasus, Tembagapura 15, Kwamki Narama 4, dan Mimika Timur 1 kasus. 

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin mengatakan, dibanding laki-laki, jumlah perempuan lebih banyak terpapar HIV-AIDS. Kasus ditemukan di berbagai kelompok usia dan kalangan. Untuk usia di bawah 15 tahun sebanyak 2 persen. Usia 15-29 tahun 51 persen. Di atas usia 30 tahun adalah 47 persen. 

Seperti temuan kasus sebelumnya, 97 persen kasus ditularkan melalui hubungan seksual berisiko. Kamaluddin mengatakan, penularan HIV-AIDS bisa terjadi karena suka gonta-ganti pasangan.

Sejauh ini, upaya-upaya yang telah dilakukan  Dinkes Mimika adalah melakukan skrinning HIV pada populasi kunci dan populasi umum. Perluasan jangkauan layanan, promosi Kesehatan, penyediaan logistik, KSO dengan komunitas. Selain itu, dilakukan juga pemantauan seumur hidup bagi mereka yang positif terpapar HIV-AIDS. Karena tidak adanya obat untuk penyakit ini, maka yang terpapar akan dipantau kepatuhan yang ketat untuk mengonsumsi anti-retroviral (ARV).

"Kita lakukan testing dan ketika ditemukan positif HIV AIDS, kita lanjutkan dengan konseling. Setelah siap, dia akan ditreatment ARV dan kita pantau kepatuhannya. Karena ini seumur hidup, maka kita pantau dan treatment seumur hidup," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (22/101/2024).  

Anggota Badan Eksekutif Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, Iskandar Z Adisapoetra mengakui pengendalian kasus HIV-AIDS sulit karena tergantung perilaku pribadi dan setiap orang punya privacy sendiri-sendiri. 

"Terutama para lelaki. Kebanyakan mereka tidak mengaku bahwa ia sudah berhubungan dengan wanita lain di luar istrinya. Inilah sumber penularan itu," katanya. 

Namun, kata Iskandar saat ini di daerah-daerah ada juga sumber penularan bagi kalangan remaja yang bisa mempercepat penularan HIV-AIDS. Pergaulan bebas remaja bisa berakhir pada Miras dan seks bebas yang berisiko terjadi penularan HIV-AIDS.

"Ini sangat menakutkan sebenarnya. Sama seperti di kota-kota besar, pergaulan bebas heteroseksual dan homoseksual, itu juga menjadi masalah penyebaran HIV-AIDS," pungkasnya. (Martha)