Data Puskesmas Timika: Kasus Hipertensi Naik 50 Persen
Papua60detik - Puskesmas Timika mencatat lima besar penyakit yang ditangani pada tahun 2024 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, seperti ISPA, malaria, hipertensi, diare, gangguan otot dan sendi.
Puskesmas kini menaruh perhatian serius pada peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyakit seperti hipertensi kini semakin sering ditemukan bahkan pada usia muda.
Menurut Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung hal itu terjadi karena perubahan pola hidup. Teknologi yang semakin canggih berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Misalnya perubahan cara mendapatkan makanan. Kata dr Mozes, telah terjadi perubahan pola konsumsi. Sekarang makanan bisa didapatkan secara instan lewat daring tanpa harus mengolah bahan di dapur sendiri.
Naiknya jumlah kasus PTM ini terjadi pasca pandemi Covid 19 lalu. Masyarakat semakin terbiasa hidup mengandalkan teknologi. Aktivitas fisik semakin berkurang.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku hidup anak-anak. Generasi sebelumnya, anak-anak melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Sekarang ini anak-anak lebih bayak di rumah bermain gadget, hanya tangan dan pikiran yang beraktivitas.
"Pergeseran penyakit ini, frekuensi umurnya semakin muda. Biasanya kena di umur 40, 50 tahun ke atas, sekarang umur 20 tahun sudah bisa kena, sudah ada yang cuci darah. Memang tidak menular tetapi nanti akan berdampak pada beban ekonomi, baik keluarga maupun pasien sendiri," ujar dr Mozes saat diwawancarai, Sabtu (25/01/2025).
Mozes menyebut, salah satu penyakit yang mengalami peningkatkan signifikan adalah hipertensi. Pada tahun 2024 total kunjungan pasien di wilayah kerja Puskesmas Timika, dengan diagnosa hipertensi adalah 2.264 kasus. Jumlah ini meningkat 50 persen dari tahun 2023, yaitu 1347 kasus.
"Sejauh ini yang paling muda adalah umur 25 tahun. Kami juga pernah dapat pada waktu medical chek up anak sekolah, malah ada yang umur 18 tahun," tambahnya.
Sebab itu, skrining kesehatan saat ini tak hanya menyasar penyakit menular seperti malaria HIV/AIDS, DBD, Puskesmas juga skrining PTM, seperti hipertensi, diabetes dan berat badan.
"Kita lakukan skrining baik di dalam gedung, turun ke sekolah-sekolah atau pada saat kegiatan-kegiatan di masyarakat. Sementara promosi juga kita lakukan secara langsung, maupun melalui media yang kita siapkan di ruang tunggu, ketika pasien menunggu ada informasi yang mereka dapat terkait kesehatan," pungkasnya. (Martha)