Di Mimika, TBC Penyakit Menular Tertinggi Kedua Setelah Malaria
Ilustrasi batuk. Foto: Towfiqu barbhuiya - pexels
Ilustrasi batuk. Foto: Towfiqu barbhuiya - pexels

Papua60detik - Tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit menular tertinggi kedua di Kabupaten Mimika setelah malaria. 

Tahun 2024, sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, temuan kasus baru penderita TBC mendapai 2.137 orang sejak Januari hingga September.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin mengatakan samentara ini jumlah pasien yang sedang diobati sebanyak 2.137 orang dari target yang seharusnya 3.181 orang.

Ia menjelaskan, pengobatan TBC  minimal 6 bulan. Bahkan, bagi pasien yang mengalami Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) penyembuhannya akan memakan waktu 18 sampai 24 bulan.

"Kalau yang sudah fix itu di tahun 2022 yaitu 1713 orang (sembuh). Tahun 2023, kita belum keluarkan rilis pasien sembuh karena masih ada pasien yang pengobatannya belum selesai, demikian juga tahun 2024," ujar Kamaluddin.

Pada penanggulangan TBC, Dinkes Mimika melakukan upaya seperti melakukan skrining gejala TBC secara massif, melakukan pengobatan dan PMO, Kerja sama dengan komunitas penyintas TBC, peningkatan kualitas pemeriksaan sampel TBC dan promosi kesehatan. 

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra mengatakan, perlu dukungan lintas sektor dalam penanggulangan TBC. Dukungan yang diperlukan misalnya perbaikan perumahan layak huni (rumah sehat) untuk pasien TBC, perbaikan asupan gizi pasien TBC, dan pemberdayaan mantan pasien TBC. 

"Sebab penyebab TBC itu adalah tergantung dari perilaku, lingkungan yang kotor, ketersediaan air bersih, malaria tinggi. Oleh karena itu perlu kerja sama lintas sektor, OPD terkait dan masyarakat itu sendiri," katanya. (Martha)