DP3AP2KB Mimika Gelar Puncak HAN 2026, Tekankan Perlindungan & Hak Anak
Puncak Perayaan HAN 2026 oleh DP3AP2KB Mimika, foto: Humas Pemda Mimika
Puncak Perayaan HAN 2026 oleh DP3AP2KB Mimika, foto: Humas Pemda Mimika

Papua60detik - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (23/07/2026). 

Sebelumnya, DP3AP2KB telah menyelenggarakan berbagai perlombaan, yaitu lomba vokal solo tingkat SMA/SMK dan lomba mewarnai tingkat TK. Para pemenang juga menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi. 

Bupati Mimika melalui Asisten 3 Bidang Adminstrasi Umum, Herry Onawame,  mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak akan pentingnya pemenuhan hak-hak anak.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan yang layak, perlindungan, kesejahteraan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa diskriminasi. Anak juga merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

"Anak merupakan tunas, potensi, sekaligus generasi muda penerus cita cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis serta ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa yang akan datang," ujar Herry Onawame dalam sambutannya. 

Herry juga menyoroti pentingnya peran Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak. 

Ia menyebut, Forum Anak adalah mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi anak serta menjadi pelopor  dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

"Forum ini memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan anak-anak indonesia dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan," tambahnya. 

Pada kesempatan yang sama, Herry mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan Mimika sebagai Kabupaten Layak Anak melalui pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Ia menegaskan eberhasilan mewujudkan kabupaten layak anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan semua pihak mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, hingga anak-anak itu sendiri sebagai subjek pembangunan.

"Mari kita bersama-sama membangun lingkungan yang benar-benar ramah anak, karena anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang baik hari ini akan menjadi generasi emas yang menentukan masa depan Kabupaten Mimika dan Indonesia di masa mendatang," pungkasnya. (Martha)