Hingga Oktober, DBD di Mimika Sudah 1.214 Kasus
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, foto; Martha/ Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Hingga 22 Oktober 2024,  di Mimika tercatat sudah 1.214 kasus demam berdarah dengue (DBD). Paling tinggi di Puskesmas Pasar Sentral sebanyak 287 kasus, Puskesmas Wania 272 kasus,  Puskesmas Timika 247 kasus. Sementara yang paling rendah di Atuka, 1 kasus. 

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin menyebut kasus DBD biasanya naik diwal tahun, sementara di beberapa bulan terakhir ini DBD mengalami penurunan. 

Fenomena penurunan kasus ini biasanya dipengaruhi cuaca. Di awal tahun ketika musim hujan, angka DBD akan naik dan ketika masuk akhir tahun dan memasuki musim panas dan genangan air berkurang, kasus DBD juga turun.

"DBD dalam beberapa bulan terakhir ini kasusnya drastis turun. Kadang dalam satu minggu sama sekali tidak ada kasus. Kalau minggu ini ada satu kasus," ujar Kamaludin saat diwawancarai, Jumat (25/10/2024). 

Katanya, penyebaran DBD ini hampir terjadi di seluruh daerah dan paling banyak terjadi kota. Mencegahnya perlu kewaspadaan dini dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, genangan airnya harus ditutup, tampungan air juga harus dikuras agar tak jadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, masyarakat juga sudah harus waspada di akhir tahun agar tidak terjadi lonjakan angka DBD di awal tahun. 

"Kalau dari sisi layanan kita tentu siap, teman-teman di puskesmas juga. Kita lakukan pencegahan dan juga penanganan. Sebetulnya, masyarakat dengan menjaga kebersihan di rumah, mengurangi genangan, menguras penampungan  air minimal sekali seminggu, angka DBD ini bisa turun, angka malaria juga," pungkasnya. (Martha)