Komisi IV DPRK Mimika Soroti Telatnya Pembayaran Gaji Petugas Kebersihan
Papua60detik – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melontarkan kritik tajam terhadap lambannya pembayaran gaji petugas kebersihan yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui pihak ketiga atau kontraktor.
Pengakuan seorang petugas kebersihan yang namanya enggan disebut, gajinya sering kali telat dibayar.
Baca Juga: Bupati Imbau Warga Tak Panic Buying LPG
Akibat keterlambatan pembayaran gaji, banyak petugas kebersihan terlambat membayar kos dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok bulanannya. Bahkan, banyak dari mereka terpaksa mengutang,
Ketua Komisi IV DPRK Mimika Elinus Balinol Mom, mengingatkan, keterlambatan tersebut berdampak serius terhadap kehidupan para petugas kebersihan.
Menurutnya, DLH harus segera mengevaluasi sistem pembayaran gaji kepada petugas kebersihan yang selama ini diserahkan kepada pihak ketiga. Ia menekankan pentingnya peran petugas kebersihan menjaga citra kota, sehingga hak-hak mereka harus menjadi prioritas.
"Kami minta Kepala Dinas Lingkungan Hidup segera memanggil kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut agar persoalan ini tidak berlarut. Hak-hak petugas harus dibayarkan tepat waktu, karena jika mereka tidak dihargai, maka kewajiban mereka pun akan terbengkalai. Ini berpotensi menyebabkan sampah berserakan dan mencemari lingkungan kota,” ujar Elinus, Rabu (30/4/2025))
Lebih lanjut, Elinus menegaskan bahwa Komisi IV DPRK Mimika akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat untuk memeriksa langsung kondisi para petugas kebersihan. Ia juga menyoroti kurangnya kelengkapan alat kerja seperti sarung tangan, masker, dan pakaian kerja yang layak, padahal mereka berhadapan langsung dengan sampah yang tidak dipilah-pilah.
“Kami minta agar keselamatan kerja (safety) petugas dijadikan perhatian. Jangan abaikan perlindungan kesehatan dan jaminan sosial mereka. BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan juga harus dijamin oleh pihak ketiga,” katanya..
Elinus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa petugas kebersihan adalah pahlawan kota yang tak boleh dipandang sebelah mata.
"Mereka bekerja dengan risiko tinggi, terpapar bakteri, virus, dan bahaya lainnya. Jangan anggap enteng kerja mereka. Kota ini bisa bersih, walaupun belum sempurna, itu karena kerja keras mereka. Kami dari Komisi IV akan pastikan hak mereka dipenuhi,” pungkasnya. (Faris)