MRP Papua Tengah Jaring Aspirasi Warga di Nabire
Maria Gobai pimpin penjaringan aspirasi masyarakat. Foto : Elias Douw/ Papua60detik
Maria Gobai pimpin penjaringan aspirasi masyarakat. Foto : Elias Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masa sidang II yang berlangsung di Balai Gereja Katolik, Kampung Bou, Morgo, Nabire-Papua Tengah, Senin (8/9/2025).

‎Penjaringan aspirasi menjadi agenda MRP Papua Tengah untuk mendengarkan langsung masukan, keluhan, serta harapan masyarakat, khususnya terkait perlindungan hak-hak orang asli Papua (OAP) dan bidang lainnya.

‎"Ini program kita MRP, supaya bagaimana kita menjaring semua aspirasi terkait kehidupan masyarakat orang asli Papua," ujar anggota MRP  Papua Tengah dari Pokja Agama, Maria Gobai kepada wartawan usai penjaringan, Senin (8/9/2025).

Katanya, masyarakat menyoroti banyak hal. Di antaranya soal ekonomi, dimana mama-mama Papua mengeluhkan pasar lokal yang kini dikuasai pedagang non-OAP.

‎“Mama-mama sudah tersingkir, padahal pasar itu tempat mereka. Tetapi kenyataannya sekarang tidak lagi," jelasnya. 

‎Dari sektor pendidikan, masyarakat meminta agar ada muatan lokal di sekolah, misalnya keterampilan menganyam dan bahasa daerah, yang wajib masuk dalam kurikulum.

"‎Masalah peredaran minuman keras juga menjadi sorotan serius. Aspirasi warga meminta izin miras dicabut karena dinilai membawa dampak buruk di tengah masyarakat. Miras itu harus dicabut izinnya, karena dampaknya besar," tegas Maria Gobai.

Katanya, sudah jadi kewajiban MRP bersuara kepada pemerintah  untuk keadilan bagi orang asli Papua.

Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kristus Sahabat Lince Giyai yang tergabung dalam kegiatan ini menilai penyakit sosial akibat miras dan narkoba semakin meningkat di Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten. Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten segera bertindak.

‎"Kalau tidak ada Perda penutupan tempat-tempat peredaran miras maupun narkotika, maka harapan hidup anak muda hilang, kematian meningkat, pencurian terus terjadi, dan penyebaran HIV/AIDS makin naik. Untuk itu kami minta pemerintah segera berantas masalah sosial ini," ujar Lince.

‎Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan melalui MRP Pokja Agama merupakan suara hati masyarakat OAP di Nabire. 

‎“Kami berharap semua yang kami sampaikan benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah Papua Tengah, karena ini adalah hati dan isi diri kami selama ini,” pungkasnya. (Elias Douw)