Pemkab Dorong 65 Inovasi ke Penilaian Indeks Inovasi Daerah
Bappeda Mimika gelar validasi dan pendampingan pelaporan inovasi daerah tahun 2024, Rabu (17/07/2024). Foto:  Martha/ Papua60detik
Bappeda Mimika gelar validasi dan pendampingan pelaporan inovasi daerah tahun 2024, Rabu (17/07/2024). Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika gelar validasi dan pendampingan pelaporan inovasi daerah tahun 2024, Rabu (17/07/2024).

Untuk diketahui hasil penilaian di tahun 2023, indeks inovasi daerah Kabupaten Mimika menempati urutan 391 dari 415 kabupaten se-Indonesia, dengan skor indeks 2,10 atau kurang inovatif.

Sementara di Provinsi Papua Tengah, Mimika berada pada posisi ke-4, setelah Kabupaten Nabire, Paniai dan Puncak Jaya.

Kepala Bappeda, Yohana Paliling menyebut validasi dan pendampingan ini merupakan kelanjutan progress meeting pelaporan inovasi daerah yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Pada kegiatan itu, telah terhimpun 131 inovasi dari 46 OPD. Inovasi-inovasi tersebut ada yang telah dilaksanakan di tahun 2022- 2023 sebanyak 65 inovasi. 

Tahun ini, Pemkab Mimika menerapkan 41 inovasi dan 25 inovasi dalam perencanaan OPD tahun 2025.

"Dari inovasi yang kita laporkan ini, kita akan dorong 65 inovasi dari 31 OPD yang terdata sebagai inovasi terapan di 2022 dan 2023 untuk diikutkan dalam penilaian inovasi daerah tahun 2024," kata Yohana.

PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Petrus Yumte menanggapi rendahnya indeks inovatif Kabupaten Mimika. Ia menyebut pentingnya disrupsi digital saat ini dalam meningkatkan inovasi daerah.

"Yang dulu sifatnya hirarki daa sistem komando atasan, sekarang menjadi kerja sama tim. Karena sekarang di era globalisasi dan kemajuan teknologi, inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas layanan publik, dan kemajuan suatu daerah," ujar Petrus Yumte.

Ia menjelaskan, melalui otonomi daerah, pemerintah pusat memberikan ruang bagi Pemda berinovasi. 

"Kita perlu mengembangkan cara-cara dan nilai baru dalam bekerja, karena saat ini kondisi dunia telah berubah menjadi sangat dinamis, kompetitif dan penuh risiko. Ini adalah tantangan ke depan, kita harus dorong setiap inovasi," pungkasnya. (Martha)