Penerbangan ke Pedalaman Terhenti, Pj Sekda: Faktor Keamanan
Papua60detik - Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte mengakui saat ini layanan penerbangan ke beberapa wilayah pedalaman Mimika masih terkendala.
Menurutnya, hal itu dikarenakan kondisi keamanan masih belum terjamin. Ia tak bisa memastikan, kapan layanan penerbangan kembali pulih.
"Kami dari Pemda terkait pembukaan penerbangan perintis itu, kami mau sekali. Tapi semua tahu situasi keamanan dan segala macam bagaimana," ujar Petrus saat diwawancarai, Senin (17/02/2025).
Katanya, tanpa transportasi penerbangan, pelayan Pemerintah ke masyarakat di pedalaman juga terhambat, khususnya pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan.
"Bukan hanya masyarakat yang terhambat, pemerintah juga terhambat memberi pelayanan. Kita berharap kondusifitas atau keamanan di sana agar layanan pemerintah maksimal," tambahnya.
Saat ini, Pemkab masih berkoordinasi dengan otoritas terkait. Katanya, jaminan kelayakan penerbangan tergantung pihak aparat keamanan.
"Jika dari pihak keamanan mengatakan aman, pasti teman-teman dari dinas perhubungan juga akan layani penerbangan. Pemda juga akan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dolfin Beanal, mendesak Pemkab Mimika segera membuka kembali rute penerbangan ke wilayah pedalaman, seperti Aroanop, Tsinga, dan lainnya
Hal ini menyusul keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan makanan serta layanan pemerintahan akibat terhentinya transportasi udara.
"Apa yang dikeluhkan warga Aroanop itu benar adanya. Saya sendiri anak dari wilayah Tembagapura, jadi saya sangat memahami kondisi ini. Pemkab melalui dinas terkait harus segera bertindak," tegas Dolfin, Kamis (13/02/2025).
Menurutnya, penghentian penerbangan ke pedalaman berdampak serius, terutama dalam akses kesehatan dan perekonomian. Banyak warga kesulitan mendapatkan layanan medis, termasuk ibu hamil yang membutuhkan pertolongan segera.
"Ini kondisi darurat. Transportasi udara bukan sekadar kebutuhan, tapi urat nadi kehidupan masyarakat di pedalaman," katanya. (Martha)