Pria Ditemukan Meninggal, Polisi Bubarkan Paksa Keluarga yang Palang Perempatan SP1 - SP4
Papua60detik - Seorang pria ditemukan tergeletak di dekat Masjid Al-Muhajirin Jalur Dua SP1, Kamoro Jaya dengan kondisi sudah tidak bernyawa, Kamis (3/10/2024) sekitar 05.00 WIT.
Berdasarkan informasi, korban diketahui berinisial YA. Ia ditemukan meninggal dengan luka di bagian pelipis, goresan di leher dan jari tangan putus.
Masyarakat dan keluarga kemudian meluapkan amarahnya dengan melakukan pemalangan di perempatan SP1 - SP4 sekitar 06.00 WIT.
Pantauan di lapangan, warga juga melakukan pembakaran ban.
Mereka melakukan aksi spontan itu untuk meminta aparat segera mengusut dan mencari pelaku penyebab kematian korban.
Negosiasi dengan warga agar palang dibuka karena mengganggu aktivitas warga lain tak berhasil.
Warga dan keluarga yang marah mulai melempari polisi dengan batu. Akibatnya, polisi mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali ditambah dengan tembakan gas air mata.
Sekitar 9.40 WIT, palang berhasil dibuka aparat.
Keluarga korban, Yance Boyau meminta agar kepolisian cepat mengungkap penyebab kematian korban.
"Motifnya dibunuh atau laka lantas atau seperti apa begitu, karena matinya misterius, itu semua nanti kepolisian yang ungkapkan. Namanya Yohanis Amareyau. Dan kemarin pagi anak saya yang ketiga kasih tahu dan bilang bapa adik mau mati. Jadi dia (korban) sudah ada firasat," katanya.
Kapolsek Mimika Baru AKP Jaihot Limbong mengatakan setelah ditemukan korban tergeletak di tengah jalan. Korban kemudian dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan lanjut untuk memastikan kematian korban.
"Sekitar 9.40 palang dibuka, meski pun tadi pada saat mau pembukaan (palang) ada pro kontra dari pihak keluarga korban ataupun keluarga pendukung sempat melakukan pelemparan batu ke pihak aparat, dan kita juga lakukan tindakan terukur tentunya. Kita tadi membuang gas air mata di situ untuk menghalau massa," kata Kapolsek.
"Tidak ada korban jiwa dari pembubaran massa itu, baik dari kepolisian maupun pihak keluarga," lanjutnya.
Saat ini jenazah masih di RSUD dan akan dibawa ke rumah duka.
"Kita tetap lakukan penyelidikan. Kami juga belum bisa pastikan apakah itu dibunuh atau laka lantas, mohon waktunya, yang jelas kami sudah bentuk tim untuk bekerja semaksimal mungkin sehingga kami bisa mengungkap perkara ini," jelasnya. (Eka)