PTFI dan Pemkab Mimika Launching Pengendalian Malaria dan Percepatan Penurunan Stunting
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dan Executive Vice President Technical Services PTFI Christopher E. Zimmer sa melakukan penyemprotan IRS di Rumah warga. Foto: Faris/ Papua60detik
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dan Executive Vice President Technical Services PTFI Christopher E. Zimmer sa melakukan penyemprotan IRS di Rumah warga. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI) melaunching program pengendalian malaria dan percepatan penurunan stunting di Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur. Kamis (18/6/2024).

Program ini bekerja sama denga. USAID, Wahana Visi dan Internasional SOS untuk menekan angka kasus malaria dan stunting di Mimika.

Peluncuran ditandai penyemprotan insektisida atau yang disebut Indoor Residual Spraying (IRS) di rumah warga dilakukan oleh Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dan Executive Vice President Technical Services PTFI Christopher E Zimmer.

John Rettob memberikan apresiasi dengan kolaborasi beberapa instansi ini. Ia berharap kerja bersama dan kolaborasi tidak hanya jadi seremonial tapi dipraktekkan.

"Hari ini (pencanangan kerja sama) adalah sesuatu yang luar biasa dimana kita selama ini selalu kerja parsial atau terpisah, tapi kini kita bekerjasama, terima kasih buat PTFI dan USAID," katanya.

Director and Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma menyampaikan komitmen PTFI menangani malaria sudah dilakukan sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan adanya malaria center yang berdiri sejak tahun 1996 atau 28 tahun lalu.

"PT Freeport Indonesia punya kepentingan besar sekali dengan penanganan malaria ini, di PTFI ada berbagai macam penyakit yang menyerang karyawan tetapi yang punya departemen khusus itu hanya malaria, dari tahun 1996 itu orang sudah kenal malaria kontrol jadi kita cukup punya keseriusan yang tinggi terkait dengan malaria, karena ini tidak hanya berkaitan dengan karyawan kita, tapi juga dengan lingkungan dan masyarakat," paparnya.

Selain malaria, PTFI juga berkomitmen bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong menurunkan stunting. 

"Karena ini menjadi isu nasional dalam beberapa kunjungan pejabat ke Mimika ini selalu menjadi pertanyaan mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan terintegrasi ini tidak hanya menjadi program tetapi ini menjadi gerakan sehingga ini bisa melibatkan banyak semua stakeholder untuk sama-sama melawan Malaria dan stunting," Kata Claus.

Manager Comunity Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia, Daniel Perwira menerangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2022 ditemukan jika angka stunting dan malaria di Mimika masih tinggi. Malaria menjadi tantangan kesehatan besar di Mimika.

"Pengendalian malaria dan stunting merupakan tanggung jawab semua pihak," katanya.

Sejalan dengan hasil Riskesdas Kabupaten Mimika tahun 2022, program pengendalian malaria menargetkan 3 desa di Pesisir dan 5 di wilayah kota.

Dalam penanganannya, tim penanganan malaria akan mengunjungi lebih dari 5.000 rumah untuk melakukan penyemprotan IRS, usaha lainnya adalah dengan pengendalian nyamuk atau mencegah perkembangbiakan jentik, melakukan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan kelambu, lotion anti nyamuk, serta memakai pakai panjang dan tidak keluar rumah di jam tertentu dimana nyamuk malaria aktif.

Daniel menerangkan, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, 1 dari 5 balita di Indonesia mengalami stunting dengan kasus terbanyak terjadi pada usia 24 hingga 35 bulan.

"Tiga provinsi dengan prevalensi stunting di Indonesia adalah Papua Tengah 39,4 persen, NTT 37,9 persen, dan Papua Pegunungan 37,43 persen," ungkapnya.

Ia menyebutkan untuk menanggulangi itu PTFI dan mitra meluncurkan program  Pasti Papua yang merupakan aksi berbentuk konsorsium yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, untuk berkontribusi dalam percepatan stunting serta peningkatan status gizi di Mimika, Asmat dan Nabire.

"Proyek Pasti Papua akan diterapkan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia di Kabupaten Mimika dengan pendampingan dilakukan di 11 Kampung," tutupnya. (Faris)