Rencana Bangun UTD, PMI Mimika Konsultasi di Tiga Kota
Papua60detik - Palang Merah Indonesia (PMI) Mimika konsultasi dan study ke tiga kota: Surabaya, Jakarta dan Makassar untuk melihat dan belajar langsung pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD).
Sekretaris PMI Mimika, Jaconis Manusiwa mengatakan konsultasi ini bagian dari rencana pembangunan UTD PMI di Mimika.
"Ketua PMI Mimika Bapak Johannes Rettob punya visi ke depan membantu masyarakat dengan membangun unit transfusi daerah. Kita lihat di Timika hampir setiap hari ada permintaan darah yang beredar grup-grup media sosial. Mudah-mudahan dengan adanya UTD ini, hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi," katanya.
Kebutuhan darah di Mimika terbilang tinggi dan mengalami peningkatan dengan pertambahan penduduk Mimika yang signifikan.
"Dan kita tahu sekarang di Timika sudah ada lima rumah sakit, yang tentu membutuhkan darah," katanya.
Staf UTD PMI Surabaya, Buang Juliady mengantar Tim PMI Mimika berkeliling melihat langsung pelayanan, alur dan semua fasilitas di kantor yang terletak di Jalan Embong Ploso tersebut.
UTD PMI Surabaya sendiri berdiri sejak tahun 1955 atau 10 tahun setelah indonesia merdeka. Operasionalnya mandiri, dalam arti tidak tergantung pada APBD pun APBN.
"Kita lihat di UTD PMI Surabaya pelayanannya sebagian sudah menggunakan sistem digital. Nah ini sejalan dengan visi Kota Timika sebagai smart city," kata Jaconis, Sabtu (20/7/2024).
Staf UTD PMI Surabaya, Buang Juliady mengatakan selain fasilitas, aspek penting yang perlu diperhatikan dalam operasional UTD adalah kesadaran warga datang sendiri mendonorkan darahnya.
"Dalam sehari sekitar 200 sampai 300 yang datang mendonorkan darah di UTD. Kami juga punya mobile unit yang datang ke mitra-mitra seperti gereja, masjid dan LSM, dan layanan ini sudah terjadwal," katanya.
UTD PMI Surabaya menjadi penyangga beberapa kabupaten kota di sekitarnya. Bahkan di waktu-waktu tertentu UTD PMI Surabaya membantu memenuhi kebutuhan darah provinsi lain. (Burhan)