SD YPPK Tiga Raja Rela Tak Dapat MBG, Kepsek: Lebih Baik Prioritas Sekolah Pedalaman
Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus Welerubun, foto: Martha/ Papua60detik
Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus Welerubun, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus Welerubun punya pendapatnya sendiri soal program  Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia tak menampik manfaat program itu, tapi menurutnya akan lebih baik jika diprioritaskan ke sekolah paling membutuhkan, sekolah di pedalaman misalnya. Di wilayah kota, menurut Bernolpus, para orang tua masih sanggup memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. 

"Memang kita tidak pungkiri perhatian negara untuk anak-anak bangsa. Tapi menurut saya karakter Papua itu punya spesifikasi. Jadi lebih baik kalau memang negara sayang, kami berhenti tidak apa-apa. Saya rasa bahwa kami bisa, bagian kami, mari kita kembalikan ke pinggiran dan pedalaman, itu jauh lebih bermanfaat," terang Bernolpus, Selasa (15/07/2026). 

Dalam pengamatannya, program MBG di SD YPPK Tiga Raja juga tak berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar maupun tingkat kehadiran siswa. 

Selama ini katanya, faktor utama penunjang proses pembelajaran adalah komunikasi efektif antara wali kelas, guru, dan orang tua.

SD YPPK Tiga Raja mulai dapat program MBG  pada akhir Oktober 2025 lalu. Tapi masuk tahun ajaran baru 2026/2027, siswa sekolah tersebut belum lagi kebagian program andalan Presiden Prabowo itu.

"Mungkin kita lebih memperhatikan kualitas gizi, okelah dari sisi itu. Tetapi dari suasana kehadiran anak-anak di sekolah itu sama," ucapnya. 

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas MBG Mimika Emenuel Kemong mengatakan pihaknya masih akan membicarakan lebih lanjut pelaksanaan MBG di daerah 3T. Pembahasan akan segera dilakukan bersama BGN termasuk pemetaan wilayah yang dikategorikan 3T serta bahan makanan yang akan dikelola dalam program tersebut. 

"Sampai hari ini wilayah 3T ini yang belum kita lakukan. Sudah ada dapurnya, tetapi kita belum survei ada berapa yang mereka bangun sendiri. Pemetaan-pemetaan kita siapkan dulu, tanpa ada data kita tidak bisa buat sesuatu," pungkasnya. (Martha)