Sempat Dipalang, Kantor Bagian SDM Mimika Kembali Dibuka
Kantor Bagian SDM Setda Mimika yang sempat dipalang pegawainya pada, Senin (19/8/2024) pagi. Foto: Istimewa
Kantor Bagian SDM Setda Mimika yang sempat dipalang pegawainya pada, Senin (19/8/2024) pagi. Foto: Istimewa

Papua60detik - Kantor bagian sumber daya manusia (SDM) Setda Mimika dibuka kembali sekitar pukul 15.00 WIT usai dipalang pegawainya sendiri pada Senin (19/8/2024) pagi.

Koordinator aksi  pemalangan, Yohanes Beanal mengatakan, tuntutan telah mereka sampaikan ke Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Petrus Yumte. 

"Apa yang kami tuntut sudah kami sampaikan. Dengan catatan Sekda akan menyampaikan langsung ke Plt Bupati. Kalau sudah disampaikan maka kami akan bertemu lagi untuk menyelesaikan apa yang sudah disampaikan," ujar Yohanes, Senin (19/8/2024). 

"Sementara kami sudah lepas palang dan kami masih menunggu beberapa hari ke depan untuk pertemuan," lanjutnya. 

Para pegawai Bagian SDM protes karena pengangkatan ASN kuota 600 harusnya jadi pengajar di sekolah-sekolah. Kenyataannya, mereka malah ditempatkan di bagian SDM.

"Memang kami menuntut seperti itu karena kami rasa tidak sesuai. Yang guru-guru harus dikembalikan ke sekolah karena memang latar belakangnya itu guru," ucapnya. 

Menurutnya, jika ada pengangkatan ASN di Bagian SDM, maka yang harus diangkat adalah honorer yang sudah mengabdi lama di Bagian SDM. 

"Jadi memang tidak sesuai, dan mereka ini bukan dari honorer SDM, tidak tahu dari mana tiba-tiba SK keluar dan langsung penempatan di SDM, total ada empat guru semua," jelasnya. 

Terkait aksi para pegawai itu, Pj Sekda Mimika Petrus Yumte mengaku akan melakukan pembinaan internal. Ia meminta masalah itu tal dikembangkan.

"Pemalangan harus dibuka, tidak boleh. Itu sama dengan meludahi piring makan sendiri. Tempat hidup kita di situ," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor SDM sekretariat daerah Mimika dipalang oleh sejumlah pegawai mereka sendiri Senin (19/8/2024) sekitar pukul 09.40 WIT. 

Kantor dipalang dengan papan kayu dan ditempel tulisan "Kabag SDM pilih kasih memberikan pekerjaan kepada pendatang baru (guru-guru) di SDM, dan mengabaikan kami yang sudah lama bekerja di bagian SDM sebagai anak asli daerah Amungme Kamoro".

"Ada apa dengan sikap Kabag SDM, sehingga kami tidak diberdayakan". (Eka)