Soal Pemalangan RS Banti, Kadinkes: Hanya Salah Paham
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. Foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Rumah Sakit Banti di Tembagapura sempat dipalang beberapa waktu lalu. Dari video yang beredar, pemalangan itu dilatarbelakangi protes warga atas pelayanan di rumah sakit tersebut.

Warga meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) dan YPMAK saja yang mengelola Rumah Sakit Banti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengaku telah menerima video tersebut dan langsung meresponnya. Ia memastikan pelayanan sudah kembali normal.

Ia mengatakan, warga meminta supaya PTFI dan juga YPMAK ikut terlibat pada pelayanan di RS Banti.

"Padahal dari pembangunan itu kan dapat terlihat bagaimana PTFI dan YPMAK terlibat langsung dalam pembangunan, karena areanya sangat jauh. Coba kita bandingkan dengan beberapa rencana program pembangunan di sana beberapa tahun lalu, itu yang berjalan cuma rumah sakit," ujar Reynold Ubra saat diwawancarai, Rabu (17/07/2024).

Menurutnya, pelayanan pemerintah adalah pelayanan yang berorientasi pada masyarakat. Soal keterlibatan instansi lain dalam pelayanan katanya sangat mungkin. 

"Kami sudah selesaikan itu, saya sudah menugaskan pejabat ke sana untuk berdiskusi, saya pikir sudah tidak ada masalah. Ini hanya kesalahpahaman. Pelayanan tetap jalan, tidak ada ditutup seperti isu yang beredar," pungkasnya. (Martha)