Tekan Kasus TBC, Dinkes Mimika Perkuat Layanan Primer
Kadinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra. Foto: Faris/ Papua60detik
Kadinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Kepala Dinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra menuding rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan serta minimnya kesadaran melakukan pemeriksaan menjadi faktor utama kasus TBC.

"Untuk kasus TBC tahun 2024 masih stabil, jadi saya minta tingkatkan pelayanan pada pos-pos pelayanan kesehatan primer, karena pada pos kesehatan itu bisa langsung memeriksa kesehatan tanpa menunggu pasien sakit. Nah, sekarang kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan yang harus ditingkatkan," ujarnya, Jumat (7/2/2025).

Menurut Reynold, penguatan layanan primer ini selaras dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah mengembangkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

"Memang layanan primer ini sangat bagus, sakit tidak sakit bisa melakukan pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, asam urat, gula darah, dan lainnya," ungkapnya.

Penting menurutnya saat ini adalah edukasi bagi pasien TBC mengenai prosedur pengobatan yang tepat. Tantangan terbesar penanganan TBC adalah memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

"Mereka harus meminum OAT (Obat Anti Tuberkulosis) selama 6 bulan. Sehingga penyembuhan berjalan efektif. Untuk itu, para pasien harus rutin mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang ditentukan dan tentunya harus punya kesadaran akan kesehatan,"tutup Reynold.

Untuk diketahui, TBC menjadi penyakit menular tertinggi kedua di Kabupaten Mimika setelah malaria. 

Januari hingga September. 2024, temuan kasus baru penderita TBC mencapai 2.137 orang. (Faris)