Tembagapura Terus Diguyur Hujan, BPBD Naikkan Status Kedaruratan
Material bebatuan dan lumpur yang menutup akses warga. Foto: Istimewa
Material bebatuan dan lumpur yang menutup akses warga. Foto: Istimewa

Papua60detik - Banjir dan longsor di Distrik  Tembagapura pada 14 Juli 2024 berdampak pada beberapa kampung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Mozes Yarangga mengatakan sekitar 3.265 warga dari Kampung Banti Satu, Kampung Banti Dua dan Kampung Opitawak terdampak banjir.

“Untuk Kampung Banti Satu terdapat kurang lebih 1000 jiwa, Kampung Banti Dua kurang lebih 1125 jiwa dan Kampung Opitawak terdapat 1140 jiwa,” sebut Mozes saat ditemui wartawan, Rabu (17/7/2024)

Banjir dan longsor mengakibatkan jalan akses satu-satunya yang menghubungkan PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan beberapa kampung terputus karena tertimbun material berupa batu-batuan, dan lumpur sepanjang kurang lebih 10 meter.

“Yang menjadi kekhawatiran kami BPBD, ini curah hujannya terus menerus sampai dengan September sehingga kami tingkatkan statusnya menjadi status kedaruratan nanti kami akan sampaikan kepada Plt Bupati,” tuturnya.

Pemkab Mimika telah menyalurkan bantuan keapda warga terdampak berupa bahan makanan. Sementara PTFI membantu peti jenazah bagi tujuh korban jiwa.

BPBD telah membuka posko bantuan di Tembagapura dan akan segera membuka satu posko di Eks Pasar Swadaya.

“Mungkin ada bantuan-bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, pakaian layak pakaian, air bersih serta kebutuhan ibu dan anak yang bisa meringankan saudara-saudara kita yang terdampak,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame menyebut, terdapat 14 titik aktifitas tambang tradisional di luar IUPK PTFI. Lokasinya mulai dari Utikini sampai Mile 72. 14 titik ini menurutnya sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat.

Untuk mencegah timbulnya lagi korban jiwa, pemerintah memberi sosialisasi dan edukasi kepada warga.

“Karena cura hujan yang tinggi, kejadian ini akan terjadi kembali, kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mungkin tidak 100 persen tetapi secara dini kami akan sampaikan personal langsung sehingga informasi tersebut tersampaikan,” pungkasnya (Faris)