Tiga Kampung di Mimika Jadi Pilot Project Program Pesiar BPJS Kesehatan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase saat memakaikan tanda pengenal ke agen pesiar. Foto; Martha/ Papua60detik
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase saat memakaikan tanda pengenal ke agen pesiar. Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - BPJS Kesehatan Kabupaten Mimika menetapkan tiga kampung di Mimika sebagai pilot project program petakan, sisir, advokasi dan registrasi disingkat Pesiar BPJS Kesehatan.

Kampung tersebut adalah Mawokauw Jaya, Limau Asri Timur dan Kampung Nawaripi. Ketiganya dijadikan sebagai Pilot Project karena cakupan daerah itu dipandang cukup besar, luas dan juga penyebaran penduduknya bervariasi. 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Deny Jermy Eka Putra Mase, mengatakan Pesiar ini merupakan program baru dengan kolaborasi antara beberapa kementerian/ lembaga dan BPJS Kesehatan.

"Program Pesiar ini masuk dalam RPJMN pemerintah pusat sampai ke daerah terkait dengan program kesehatan," kata Deny, Selasa (30/07/2024).

Dalam progam ini, ada tiga agen Pesiar BPJS Kesehatan yang akan bertugas untuk menyisir distrik, kampung ataupun desa. Mereka juga bertugas melakukan proses pendaftran hingga registrasi terhadap peserta yang belum tercover sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Selain masyarakat, mereka juga menyisir badan usaha mikro yang rata-rata peserta dari badan usaha ini kurang lebih ada tujuh orang," terangnya. 

Kata Deny, program ini masih dalam uji coba sampai Desember nanti. Ke depan BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas dan keberlangsungan dari program Pesiar ini. Lewat peran agen-agen ini cakupan kepesertaan JKN KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, terutama di Mimika diharapkan bisa mencapai 100 persen.

"Sebenarnya kami coba menyisir untuk kampung-kampung yang memang memiliki potensi ataupun memiliki masyarakat yang kita lihat dari data yang ada. Memang secara cakupan ataupun secara domisili, ini memang wilayah-wilayah yang besar dan belum terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kampung-kampung yang lain atau distrik yang lain," terangnya. (Martha)