Viral Video Penganiayaan, Korban Mengaku Ditodong Pistol
Papua60detik - Viral video penganiayaan seorang pria yang dilakukan beberapa warga. Penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (13/7/2024) malam di salah satu rumah di Perumahan Regency, SP3, Kelurahan Karang Senang.
Korban berinisial MU ditangkap warga lantaran diduga mencuri sepeda motor. Alih-alih menyerahkan ke polisi, warga malah menganiaya korban.
"Saya dituduh mencuri sepeda motor milik salah satu pelaku penganiayaan," ujar MU kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).
Ia mengaku, adiknya dan seorang lagi juga ikut dianiaya.
Atas tindakan penganiayaan yang dialaminya, MU berencana meapor ke Polres Mimika besok.
MU mengaku saat itu dijemput paksa oleh para pelaku saat ia membeli kupon toto gelap (togel) di sekitar stadion sepakbola Wania, SP1 Kamoro Jaya.
MU dimasukkan ke mobil oleh para pelaku, dan diminta menjemput korban lain, yakni JM adik kandung MU yang saat itu juga sedang berada di wilayah SP1.
"Mereka (pelaku) menjemput saya karena pengakuan dari seseorang yang mereka sudah jemput dan aniaya sebelumnya. Saya dan orang itu tidak kenal. Orang itu asal tunjuk saya, karena mungkin tidak tahan setelah dianiaya oleh para pelaku," jelas MU.
"Saat tiba di perumahan Regency belakang Bank BRI SP3, saya dianiaya lima orang pelaku dengan tangan saya diborgol ke belakang," lanjutnya.
Bahkan ungkap MU, salah satu pelaku penganiayaan sempat menodongkan pistol kepadanya.
MU mengalami luka pada bagian bibir, wajah dan pada bagian kepala. Dia bersama keluarganya akan membuat laporan ke Polres Mimika untuk pemulihan nama baik serta menuntut ganti rugi kepada para pelaku.
Kapolsek Kuala Kencana Iptu Stefanus Yimsi mengatakan telah mendapat informasi dari salah seorang terduga pelaku yang menyambangi kantornya.
Katanya, terduga pelaku tersebut mengaku, sebelum terjadi penganiayaan, mereka sedang mencari pelaku kasus pencurian sepeda motor. Tak lapor polisi, mereka berusaha menangkap sendiri pelakunya.
"Akhirnya masalah tidak jelas, harusnya mereka melapor ke polisi, biar nanti polisi yang bekerja," ujar Yimsi.
Ia mengatakan, kepolisian sempat merespon ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit karena korban sudah luka-luka.
Polisi menduga korban ada tiga orang, namun hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi. (Eka)