Warga Mimika Waspada, Kasus Campak Kembali Naik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin, foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menghimbau masyarakat waspada terhadap virus campak. Virus menular ini bisa menyebar melalui udara maupun kontak langsung. 

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin mengungkapkan di tahun 2023, data terduga campak sebanyak 356 orang. Angka ini turun di tahun 2024 menjadi 65 orang dan hingga September tahun 2025 naik lagi menjadi 91 orang. 

Data suspek campak di bulan Agustus capai 32 orang naik dari data bulan Juli yang hanya lima orang. Baru-baru ini, Dinas Kesehatan mengirimkan 26 sampel suspek campak ke Surabaya dan hasilnya 6 orang dinyatakan positif. 

"Kemarin kita kirim 26 sampel yang sudah sampai di Surabaya itu enam kasus positif," ujar Kamaludin saat diwawancarai, Kamis (04/09/2025).

Dengan temuan suspek campak, Dinas Kesehatan langsung merekomendasikan  setiap Puskesamas melakukan akselerasi imunisasi campak, melengkapi dan meningkatkan cakupannya. 

Pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan adalah pemberian inunisasi. Kamaludin menyarankan masyarakat rutin membawa anaknya ke posyandu untuk dilengkapi imunisasi campak. Bagi anak yang sudah lewat usia atau lewat dari usia 9 bulan masih bisa mendapatkan imunisasi campak melalui Imunisasi Kejar. 

"Secara pasti saya belum tahu apa penyebabnya. Tetapi kalau kita lihat angka ini rata-rata itu mereka tidak diimunisasi, imunisasi tidak lengkap," pungkasnya. (Martha)