213 Formasi Kosong pada Seleksi CPNS Pemprov Papua Selatan
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Albert Rapami pada saat jumpa pers, Foto: Josua/ Papua60detik
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Albert Rapami pada saat jumpa pers, Foto: Josua/ Papua60detik

Papua60detik - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 Provinsi Papua Selatan menghadapi  kendala serius.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Selatan Albert Rapami menyebut, salah satu kendalanya adalah kekosongan pada 213 formasi jabatan, yang sebagian besar diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP).  

“Dari total formasi yang kosong, 210 dialokasikan untuk OAP dan 3 untuk Non-OAP. Kekosongan ini mayoritas berada pada jabatan administrator kebijakan ahli pertama, yang jika tidak segera diatasi dapat berdampak pada pelayanan publik,” kata Albert dalam konferensi pers pada Jumat (06/12/2024).

Sebagai solusi, Pemprov Papua Selatan telah mengajukan permohonan optimalisasi formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Namun, optimalisasi tersebut baru bisa dilakukan setelah tahapan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) selesai, di bawah kewenangan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Albert menegaskan, “Kami hanya bertugas menyiapkan tempat pelaksanaan seleksi dan menerima pendaftaran. Finalisasi hasil seleksi sepenuhnya merupakan wewenang Panselnas.”

Tahapan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) telah selesai, dengan passing grade untuk OAP sebesar 286 dan Non-OAP 311. Perengkingan hanya berlaku untuk pelamar OAP jika tidak memenuhi passing grade, sedangkan Non-OAP tetap harus mencapai batas nilai tersebut.

“Peserta yang lolos dapat mengunduh sertifikat hasil SKD mereka untuk mengikuti tahapan SKB,” tambahnya.

Albert berharap Panselnas segera menyelesaikan finalisasi proses SKB agar pengumuman hasil seleksi dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat Papua Selatan selama proses ini berlangsung. (Josua)