25 OAP Ikut Pelatihan Wasit & Pelatih Sepak Bola
Pembukaan pelatihan pelatih sepak bola lisensi D dan pelatihan Wasit lisensi C-3 Tahun 2024 di Hotel Grand Tembanga, Senin (5/8/2024) Foto: Faris/Papua60detik
Pembukaan pelatihan pelatih sepak bola lisensi D dan pelatihan Wasit lisensi C-3 Tahun 2024 di Hotel Grand Tembanga, Senin (5/8/2024) Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - Sebanyak 25 Orang Asli Papua (OAP) mengikuti pelatihan wasit lisensi C-3 dan pelatih sepak bola lisensi D di Hotel Grand Tembanga, Senin (5/8/2024). Pelatihan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika.

Kepala Disparbudpora Mimika Jacob Toisutta mengatakan, kegiatan ini merupakan kali pertama dilaksanakan dan menggunakan dana Otsus.

"Jadi kita penyelenggara ini pakai dana Otsus  khusus untuk anak-anak OAP dalam kegiatan perwasitan dan pelatih," katanya usai pembukaan pelatihan di Hotel Grand Tembanga, Senin (5/8/2024)

Kata Yopi dari pelatihan ini akan diambil tiga pelatih dan wasit terbaik. Mereka nanti didorong ke pelatihan lisensi yang lebih tinggi.

Ia menekankan, kepada narasumber agar betul-betul mencari tiga pelatih dan wasit yang bagus dan berkualitas.

"Agar nantinya kita dari Dinas Olahraga akan bantu mereka ke lisensi yang lebih tinggi," ucapnya.

Ia mengungkapkan, untuk wasit pihaknya memperuntukan ke umur 25 tahun, karena mengingat jangka panjang. Memang dalam aturan wasit paling rendah 35 tahun, namun jika dilihat 35 tahun jangka panjang tidak akan ketemu.

"Jadi kita kasih turun 25 untuk jangka panjang terpenuhi dan kalau pelatih itu bebas, kerana mau tua, muda tidak ada masalah," ungkapnya.

Ia mengharapkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini serius memperhatikan materi dari setiap narasumber.

"Memang nanti dalam penentuan tiga besar dari setiap bidang ini betul-betul tidak ada intervensi, karena kalau ada intervensi kita buat tidak baik, kita mulai dengan pondasi yang baik pasti ke atas kita dapat hasil yang baik," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Askab PSSI Mimika, Raimondus Kelanangame mengatakan, pihaknya juga mempunyai program untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk perangkat pertandingan dan pelatih.

"Sejalan dengan program Disparbudpora, kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada Pemda Mimika yang memberikan ruang dan dukungan untuk pengembangan sepakbola di Kabupaten Mimika khusunya untuk pelatihan pelatih dan wasit," katanya.

Ia berharap, ke depan para peserta khususnya pelatih dan wasit mempunyai pengetahuan legalitas dari induk organisasi PSSI dengan mendapatkan lisensi dan dibekali dengan pengetahuan yang cukup kompeten untuk melatih dan memimpin pertandingan.

"Saya berterima kasih kepada Disparbudpora yang telah mendukung program pembangunan pemuda khusunya di bidang olahraga sepak bola," pungkasnya. (Faris)