420 Atlet Siap Bertanding di Test Event PON Atletik Klaster Mimika
Papua60detik - Sebanyak 420 atlet dari 15 provinsi dan 21 kabupaten/kota siap bertanding di ajang Papua Open Tournament Atletik 2020 di Kabupaten Mimika, 27-29 Februari pekan ini.
Ajang ini sekaligus merupakan test event dimana Mimika sebagai tuan rumah pertandingan cabor atletik PON Oktober mendatang.
Pertandingannya dipusatkan di Mimika Sport Complex (MSC), kecuali nomor jalan cepat 20 kilometer dan maraton 40,195 kilometer digelar di lintasan Kuala Kencana PT Freeport Indonesia (PT FI)
"Persyaratan teknis seperti sarana, venues dan peralatan yang digunakan untuk test event sudah siap. Sisi peralatan, kami sudah pengecekan, semua sudah tersedia. Intinya PB PON Sub Mimika siap laksanakan test event atletik 2020," kata Technical Delegate (TD) Atletik PON, Umaryono pada jumpa pers, Senin (24/02/2020) malam.
Ajang ini melombakan 40 nomor atletik, kurang enam nomor dari 46 yang akan dipertandingkan saat PON. Kekurangan ini, jelas Umaryono disebabkan faktor terbatasnya waktu penyelenggaraan yang hanya tiga hari. Atlet-atlet pada nomor yang tak dilombakan pun sebagian besar sudah lolos kualifikasi PON.
Penggunaan jalan Kuala Kencana PT FI menurut Umaryono, akan menjadi lintasan terbaik nomor jalan cepat dan maraton sepanjang penyelenggaraan PON.
"Ini sumbangsih PT Freeport terhadap perkembangan olahraga atletik di Indonesia dalam rangkan PON dengan mengizinkan arealnya digunakan. Ini apresiasi sangat tinggi bagi kami pelaku olahraga atletik," kata Umaryono yang saat ini menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi PB PASI.
Rekannya di TD Atletik, Dwi Priyono menambahkan, Penggunaan jalan Kuala Kencana PT FI punya pertimbangan khusus. Mimika pada PON mendatang menyelenggarakan sembilan cabor. Jika maraton dan jalan cepat menggunakan jalan di tengah kota, dipastikan akan mengganggu arus transportasi tamu dan atlet ke setiap venues.
"Kalau di kota maka kita akan tutup jalan raya, itu tentu menggganggu arus distrubusi atlet ke venues masing-masing. Atlet pun kami yakin akan nyaman lari di sana," jelas Dwi.
Jalan yang lebar dan rata, udara sejuk, arus kendaraan yang tak padat, katanya, menjadikan Kuala Kencana ideal untuk pertandingan jalan cepat dan maraton.
Khusus nomor jalan cepat, adalah nomor unggulan Indonesia. Anggota Komisi Perlombaan PB PASI, Sarjito, mengatakan, atlet putra jalan cepat Indonesia selalu meraih medali emas pada empat Sea Games terakhir.
Selain menilai perangkat fisik, pada test event PON ini, TD sekaligus akan mengevaluasi kesiapan panitia menyelenggarakan semua nomor pertandingan. Termasuk mengevaluasi bidang pendukung lain, misalnya akomodasi, konsumsi, kesehatan dan transportasi.
"Test event ini akan membantu kami mempersiapkan SDM untuk penyelenggaraan PON nanti," kata Sekretaris Pengprov PASI Papua, Markus Y Raubaba.
Untuk penyelenggaraan PON, masih terdapat kekurangan di venues atletik MSC. Beberapa ruangan harus diganti tenda pada test even ini. Begitupun dari sisi peralatan, foto finish masih disewa dari pihak ketiga. (Burhan)