6 Awak KM Farida Indah Ditemukan Kapal Berbendara Singapura
Papua60detik - Enam orang penumpang KM Farida Indah akhirnya ditemukan. Kapal MV RTM Djulpan menemukan mereka terombang-ambing di laut di atas rakit saat melintas di perairan Kaimana, Sabtu (1/7/2023) pukul 11:30 WIT.
Mereka ditemukan pada jarak sekitar kurang lebih 70 sampai 80 Nml dari daratan Kabupaten Kaimana.
Kapal berjenis Bulk Carrier berbendera Singapura dari Australia dengan tujuan Cina tersebut langsung menghubungi Basarnas Command Center (BCC) melalui E-mail yang diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika agar dilakukan proses evakuasi.
"Kami langsung menghubungi Kapten Kapal Djulpan melalui telepon satelit untuk memastikan informasi tersebut dan menanyakan posisi kapal," Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery.
Hari itu juga, Tim SAR Gabungan Timika di Kaimana menuju ke posisi Kapal MV RTM Djulpan untuk mengevakuasi korban. Sayang, karena cuaca buruk dan gelombang tinggi, tim tak bisa mencapai posisi Kapal MV RTM Djulpan. Tim kembali ke Kaimana mengisi bahan bakar.
Dalam proses evakuasi yang tertunda itu, SAR Timika berkoordinasi dan mengarahkan MV RTM Djulpan agar menaikkan korban ke atas kapal dan membantu penanganan awal. Ditakutkan, posisi rakit bergeser atau hilang karena gelombang.
"Proses evakuasi baru dapat dilakukan (Minggu) pagi dini hari tadi setelah beberapa upaya sempat terkendala karena lokasi yang cukup jauh dan faktor cuaca yang dihadapi Tim SAR Gabungan," katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, enam korban langsung diserahkan ke pihak medis dan tim gabungan dari TNI, POLRI, Pemerintah Daerah dan Potensi SAR lainya yang telah siap di Pelabuhan Kaimana dengan dukungan beberapa Ambulance.
Keenam korban langsung dibawa ke RSUD Kaimana mendapatkan perawatan medis lanjutan. Dua dari ke 6 korban kondisinya telah lemas.
"Kepada seluruh potensi SAR yang tergabung, kami sampaikan ucapan terima kasih atas doa dan sinergitasnya bersama Basarnas dalam misi kemanusiaan ini," katanya.
KM Farida Indah mengangkut bahan bangunan dengan delapan awak berangkat dari Timika pada Senin (19/6/2023) pukul 09:30 WIT dan seharusnya tiba di Asmat pada Seasa (20/6/2023) pukul 16:00 WIT. SAR Timika baru mendapat laporan hilang kontak kapal tersebut pada Kamis (22/6/2023) sore.
Kabar baik datang pencarian hari keenam. SAR Timika mendapat informasi dari TNI-AL bahwa kapal nelayan KM Nagoya 02 membawa dua korban di perairan Pronggo. SAR Timika kemudian memberangkatkan tim mengevakuasi keduanya ke Timika.
Salah satu korban menceritakan, pada Selasa (20/6/2023) kapal mereka tenggelam setelah dihantam ombak pada posisi 30 mil dari Timika ke Agats. (Burhan)