6 Awak KM Faridah Indah Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Ditutup
Tim SAR Gabungan Timika melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Faridah Indah. Foto: Humas SAR Timika
Tim SAR Gabungan Timika melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Faridah Indah. Foto: Humas SAR Timika

Papua60detik - Setelah tujuh hari pencarian, Kamis (29/6/2023), Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menghentikan sementara operasi pencarian terhadap penumpang KM Faridah Indah yang dilaporkan hilang kontak.

KM  Farida Indah berangkat dari Timika pada Senin (19/6/2023) pukul 09:30 WIT dan seharusnya tiba di Asmat pada Seasa (20/6/2023) pukul 16:00 WIT. Namun SAR Timika baru mendapat laporan pada Kamis (22/6/2023) sore.

Kapal nahas tersebut mengangkut bahan bangunan dengan delapan awak.

Hari itu juga Kepala Kantor SAR Timika, George LM Randang memberangkatkan time melakukan pencarian menyisir perairan ke arah Pulau Tiga. 

TIm SAR Gabungan juga melakukan pencarian dari arah Asmat ke Pulau Tiga.

Kabar baik datang pencarian hari keenam. SAR Timika mendapat informasi dari TNI-AL bahwa kapal nelayan KM Nagoya 02 membawa dua korban di perairan Pronggo.

SAR Timika kemudian memberangkatkan tim mengevakuasi keduanya ke Timika.

Salah satu korban menceritakan, pada Selasa (20/6/2023) kapal mereka dihantam ombak pada posisi 30 mil dari muara Timika ke Agats. Air laut masuk ke dalam kapal sampai ke mesin. Kedelapan awak saat itu berhasil meninggalkan kapal dengan membuat rakit.

Mereka kemudian terpisah. Dua orang diselamatkan kapal nelayan KM Nagoya 02. Sementara enam penumpang lainnya di atas rakit.

Menindaklanjuti data dan informasi itu, pada pencarian hari ke tujuh, Tim SAR Gabungan Timika memfokuskan pencarian ke arah Dobo. Asumsinya, para korban terseret arus. Hasilnya nihil. 

Sesuai SOP, pencarian dihentikan sementara setelah hari ketujuh.

"Operasi pencarian kami hentikan sementara sambil menunggu jika ada informasi dari kapal atau masyarakat nelayan yang melintas di Dobo - Timika, Dobo - Kaimana ataupun Ambon," kata George.

"Kami turut prihatin dengan musibah kecelakaan kapal ini. Semoga ke depan tidak terjadi lagi. Dan kita berdoa keenam korban ini bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ditemukan kapal atau masyarakat nelayan dan menginformasikannya ke Basarnas," harapnya. (Burhan)