60 Ekor Babi Dipotong Buat Pasar Murah, Anggarannya dari Belanja Tak Terduga
Warga memadati pasar murah di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (21/12/2024). Foto: Eka/ Papua60detik
Warga memadati pasar murah di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (21/12/2024). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika kembali membuka lapak pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (21/12/2024). Ini pasar murah yang ketujuh kalinya dan terakhir jelang Natal dan Tahun Baru.

Pasar murah jelang Natal dan Tahun Baru 2025 ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) senilai Rp665 juta.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Mimika telah membuka pasar murah sebanyak 14 kali. Anggarannya Rp1,6 miliar dari APBD Induk 2024. 

"Anggaran GPM 2024 ini terlaksana total semua dari Induk 14 kali terlaksana, tambah dari perubahan 7 kali hari ini terakhir jadi total 21 kali GPM," ujar PPTK Dinas Ketahanan Pangan Mimika Husnia. 

Di luar itu, Dinas Ketahanan Pangan memberikan subsidi penjualan daging babi segar dari Belanja Tak Terduga (BTT). Dalam Peraturan Bupati BTT adalah pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga mengatakan, pasar murah daging babi segar bersubsidi dilakukan di tiga tempat. Pertama di Halaman Gereja Diaspora SP2, di SP1 dan terkahir hari ini di Halaman Eme Neme Yauware.

"Untuk daging  babi segar ada tiga kali pelaksanaan dengan kurang lebih 60 ekor babi. (Anggaran) sekitar satu miliar rupiah lebih," ujar Yulius Koga.

Karena telah disubsidi, harga daging babi di GPM hanya Rp100 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. (Eka)