Akhirnya Pengungsi Tembagapura Bisa Pulang
Pemulangan pengungsi Tembagapura, Rabu (20/1/2021) di Polres Mimika, Mile 32. Foto: Istimewa
Pemulangan pengungsi Tembagapura, Rabu (20/1/2021) di Polres Mimika, Mile 32. Foto: Istimewa

Papua60detik - Perjuangan panjang warga Banti I, Banti II dan Opitawak, Distrik Tembagapura yang sudah 11 bulan berada di Kota Timika kembali ke kampung halamannya akhirnya membuahkan hasil.

Pemerintah Kabupaten Mimika akhirnya benar-benar memulangkan warga tiga kampung ini pada, Rabu (20/1/2021) setelah beberapa kali tertunda dengan berbagai alasan.

Pada tahap pertama ini warga yang dipulangkan hanya 137 menggunakan lima bus PT Freeport dan diampingi tim gabungan pemerintah dan TNI-Polri.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang hadir melepas keberangkatan warga mengatakan dari hasil data pemeriksaan kesehatan, Selasa (19/1/2021) kemarin, warga yang dinyatakan sehat dan bisa pulang yakni 146 dari 148 yang diperiksa, namun yang siap dipulangkan hanya 137. Sembilan di antaranya tidak ada kabar dan dua dinyatakan sakit.

“Pemulangannya kan bertahap. Hari ini 137 saja karena mereka ini yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan kemarin dan dinyatakan sehat. Untuk jumlah besoknya kita lihat berapa yang melakukan pemeriksaan kesehatan hari ini,” katanya.

Soal target pemulangan pengungsi, John tidak bisa memastikan. Jadwal pemulangan hanya bisa dilakukan empat hari dalam satu minggu yakni Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Tiga hari berikutnya, PT FI mengkhususkan bus untuk karyawannya.

“Satu bus itu hanya muat 30 orang karena protokol covid. Jadi kalau tadi lima bus bisa maksimum 150,” sambungnya.

Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya mengatakan, situasi keamanan di tiga kampung warga Tembagapura kondusif. Di sana pun katanya, sudah ada pos pengamanan TNI-Polri.

“Jadi di bawah (Timika) kita melaksanakan pengecekan dan pendataan dan di atas (Tembagapura) sudah ada juga pasukan TNI Polri yang membantu pengamanan untuk masyarakat kembali ke kampungnya,” katanya.

Ia mengaskan 137 warga yang dipulangkan pada tahap pertama ini semuanya asli adalah warga Kampung Banti I, Banti II dan Opitawak. Tidak ada pendulang. Hal ini lanjut Yoga, sudah menjadi kesepakatan awal pada rapat pertama di DPRD beberapa bulan lalu.

“Jadi dari data Dikdukcapil dan kepala kampung juga meyakinkan hingga hanya masyarakat asli tiga kampung saja yang akan naik. Di luar dari itu tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame mengatakan, belum mengatahui jumlah pasti keseluruhan warganya yang siap dipulangkan karena pemeriksaan kesehatan masih terus berlanjut. Namun jika berdasarkan data jumlah keseluran warga tiga kampung yang ada di Timika yakni 2.075.

“Yang ikut pemeriksaan hari ini berarti besok akan berangkat,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar rumah warga di sana sangat memprihatikan. Jendela dan pintunya sudah hancur.

“Bangunannya masih utuh tapi di dalamnya itu hancur karena situasi saat itu mungkin seperti apa seperti apa itukan orang tidak tahu dan tidak ada yang lihat apakah ada yang rusak atau bagaimana,” ungkapnya.

Sementara ternak warga, ungkapnya, sampai sekarang sebagian masih ada. Sebagian lagi sudah jadi hewan liar.

“Kalau listrik sudah mati total untuk tiga kampung karena PLTAnya  tertimbun longsor. Sudah tidak menyala lagi. Air juga sama dari setiap kampung mempunyai tandon air terbesar tapi air sudah tidak ada lagi,” tutupnya. (Anti Patabang)