Empat Orang Tewas dalam Sepekan, Rakyat Intan Jaya Demonstrasi Tuntut Keadilan
Papua60detik - Rakyat Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah demonstrasi, Jumat (3/7/2026). Mereka protes atas tragedi pembunuhan terhadap sejumlah warga sipil di wilayah tersebut.
Empat orang, bayangkan empat manusia yang punya hak hidup dilaporkan mati karena kekerasan bersenjata hanya dalam sepekan di Intan Jaya.
Peristiwa terakhir paling menyayat hati. Seorang ibu hamil tujuh bulan, Merkiana Duwitauw tewas diterjang peluru di dalam rumahnya, di Weandoga, Distrik Sugapa pada Kamis (2/6/2026) malam. Anak yang dikandungnya juga meninggal dunia.
Sebelumnya Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Elianus Agimbau dilaporkan tewas tertembak pada Senin (29/6/2026). Lalu pada Rabu (1/7/2026), seorang pemuda bernama Okto Tigau ditemukan tewas tak jauh dari pos TNI di Kampung Mamba. Di tubuhnya ada lima lubang peluru.

Atas semua kejadian itu dan yang sebelum-sebelumnya, masyarakat Intan Jaya meminta pertanggungjawaban negara. Mereka mendesak, kasus ini diusut dan pelakunya diadili secara transparan.
"Pemda Intan Jaya segera memfasilitasi Tim Investigasi untuk turun ke lapangan guna menyelidiki berbagai kasus pelanggaran HAM di Intan Jaya," tegas Korlap aksi Marten Weya dalam keterangannya.
Selain itu mereka mendesak aspirasi dan tuntutan rakyat Intan Jaya sampai ke terlinga pemerintah pusat. Sebab itu, masaa mendesak Pemkab memfasilitasi mahasiswa dan elemen rakyat bertemu langsung Kementerian Pertahanan dan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua mencatat terjadi eskalasi kekerasan di Intan Jaya belakangan.
Kepala Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey menyebut, selama periode Mei-Juni 2026 terjadi tujuh peristiwa kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, (Elia Douw)