Akibat El-Nino, Juli di Timika Tahun ini Tak Sebasah Dulu
Forecaster BMKG Timika, Marsareza menjelaskan kondisi puncak curah hujan. Foto: Eka/ Papua60detik
Forecaster BMKG Timika, Marsareza menjelaskan kondisi puncak curah hujan. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Setiap tahun, curah hujan paling tinggi di Kota Timika selalu terjadi pada Juli. Biasa disebut 'bulan basah'.

Tapi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Mozes Kilangin Timika memprakirakan, Juli tahun ini bakal terjadi pengurangan hari hujan karena Fenomena El Nino. 

"Hujannya ringan tapi panjang, karena ada El Nino itu jadi hari hujannya berkurang. Jadi memang kemungkinan ada pengurangan hari hujan. Namun untuk durasi hujannya sama hampir sepanjang hari, siang, sore, malam bahkan hingga dini hari," kata Forecaster BMKG Timika Marsareza, Jumat (30/6/2023).

Kabupaten Mimika sendiri karakteristik hujannya berlangsung sepanjang tahun. Pengukuran BMKG Timika, curah hujan di atas 150 mm terjadi pada bulan Desember dan Juni, Juli, Agustus.

Pada Juni ini saja, curah hujannya telah mencapai 278 mm.

"Yang signifikan saat kita mengambil (data) dalam satu tahun itu puncaknya ada di Juli dan Desember. Tapi yang paling signifikan di bulan Juli," katanya. (Eka)