Ancaman Sisa Waktu Pembebasan Kapten Philips, Kapolda: Proses ini penuh Kehati-hatian
Papua60detik - Sejak beredarnya video ancaman kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya yang akan membunuh pilot Susi Air yakni kapten Philip Mark Merthens dalam kurun waktu dua bulan pada Mei lalu, tim Satgas Ops Damai Cartenz secara cermat mengambil langkah dan penuh kehati-hatian.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan bahwa Polri bersama TNI terus melakukan evaluasi pola pengamanan dan pembebasan sandera yang harus dilakukan dengan baik, teliti dan tegas mengingat ancaman waktu yang diberikan pelaku kelompok bersenjata tersisa kurang lebih satu bulan.
“Tentang batasan waktu yang dishare ke media, ini menjadi pertimbangan secara cermat dari kami untuk melihat proses ini dengan penuh kehati hatian. Kami tidak mau dampak yang kami lakukan bisa berpengaruh pada pilot,” ujarnya saat ditemui awak media di Jayapura, Jumat (16/6/2023) malam.
Fakhiri mengatakan, telah mendapat laporan dari Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani terkait langkat yang sudah dilakukan. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat untuk mengmbil langkah cepat dalam sisa waktu yang ada.
“Saya akan buat rapat untuk mengambil langkah cepat dalam sisa waktu yang ada. Baik langkah negosiasi dan penegakkan hukum. Kita mencermati bagaimana pola pengamanan yang harus dilakukan dengan baik, teliti tentunya tegas,” ujarnya.
Fakhiri mengungkap, bersadasarkan hasil pemetaan, diketahui pilot yang dibawa kelompok Egianus Kogoya masih berada di perbatasan Kabupaten nduga – Lanny Jaya.
Pihaknya pun telah memberikan akses kepada siapapun bernegosiasi dengan Egianus untuk segera mengembalikan pilot asal Selandia Baru.
“Masih di perbatasan Nduga dan Lanny Jaya. Dari pemetaan kita tahu ada disitu. Kita juga sudah fokus memberikan semua pihak untuk bernegosiasi dengan kelompok Egi agar mengembalikan pilot,” ujar Fakhiri. (Amma)