Anggota Dewan Sebut Harga Pangan Normal Jelang Nataru, Dampak Pasar Murah
Anggota DPRD Mimika saat memantau harga-harga di pasar Sentral Timika, Sabtu (21/12/2024). Foto: Istimewa
Anggota DPRD Mimika saat memantau harga-harga di pasar Sentral Timika, Sabtu (21/12/2024). Foto: Istimewa

Papua60detik - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika memantau harga komoditi pangan di Pasar Sentral, Sabtu (21/12/2024). 

Anggota DPR Mimika, Herman Tangke Pare mengatakan, harga pangan di pasar terbilang normal. Tidak ada kenaikan yang terjadi bahkan sejak dua bulan lalu. 

Seperti beras Sulawesi berada di harga Rp16 ribu per kilogram, beras Bulog Rp13 ribu dan Beras Super/Premium Rp19 ribu per kilogram. Selain beras harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp55 ribu, ia menyebut harga masih sama dengan dua bulan lalu. 

"Secara keseluruhan harga sembako di pasar ini normal, jadi tidak ada lonjakan yang cukup berarti dan dua bulan lalu harga itu sama dengan sekarang," ujarnya kepada wartawan.

Harga ikan katanya juga tidak alami kenaikan, seperti ikan Mubara per kilogram Rp35 ribu, Ikan Lema/Kembung Rp35 ribu dan Kakap Rp65 ribu. Bahkan harga daging babi di pasar mengalami penurunan.

"Daging babi sekarang Rp100 ribu, kemarin Rp200 ribu. Itu karena pasar murah sehingga harga itu normal. Kami akan selalu berkoordinasi dengan Disperindag dan kami juga akan turun lagi di H-1 untuk mengecek harga," katanya. 

Ia berharap masyarakat tidak perlu panik soal ketersediaan dan harga barang di Pasar Sentral. 

"Untuk sembako ketersediaannya cukup, semuanya tercukupi, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk harga-harga karena kami melihat disperindag konsen dalam hal itu," ucap Anggota DPRD Mimika Desi Putrika Ros Rante. 

Diberitakan sebelumnya, salah satu pedagang di pasar Sentral Timika Ecce' Pairin justru mengeluhkan operasi pasar murah pemerintah. 

Ia menuding, pasar murah bikin dagangan di Pasar Sentral jadi sepi. Biasanya dia bisa dapat Rp5 juta per hari, kini hanya Rp2 sampai Rp3 juta sehari. 

"Sepi, barang-barang juga semuanya mahal tidak ada yang murah," ujar dia saat ditemui di lapaknya, Rabu (18/12/2024).

Pemkab Mimika lewat beberapa OPD memang rutin menggelar pasar murah. Biasanya frekuensinya makin sering  jelang hari raya. Namanya pasar murah, harga yang dijual pasti jauh lebih murah dibanding harga pasar. Pemerintah memberi subsidi. Bisanya, pemerintah bekerja sama dengan distributor, bukan dengan pedagang.

Pemerintah berasalan, pasar murah buat bantu warga dan tekan inflasi daerah. (Eka)