Antisipasi Bencana Kelaparan, Menko PMK Resmikan Gudang Logistik Agandugume
Papua60detik – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Pratikno, didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meresmikan gudang logistik di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Kamis (16/1/2025).
Peresmian ini digelar di Hotel Swiss-Bellinn, Timika, dan dirangkai dengan Rapat Koordinasi Siaga Bencana Hidrometeorologi untuk Provinsi Papua Tengah.
Baca Juga: Pemkab Mimika Berlakukan WFH Setiap Jumat
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menko PMK Pratikno menegaskan, gudang logistik tersebut dibangun sebagai lumbung pangan di kawasan Agandugume dan sekitarnya, guna mengantisipasi dampak krisis pangan akibat cuaca ekstrem.
"Kita pemerintah pusat membangun gedung logistik ini dimaksudkan agar ada lumbung pangan di kawasan Agandugume dan sekitarnya untuk mengantisipasi nantinya krisis pangan cuaca ekstrem masyarakat kesulitan untuk mengakses pangan. Kita tahu sendiri transportasi agak sulit (hanya via udara) sehingga kita menjamin ada stok dan cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan jika cuaca ekstrem," jelas Pratikno.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan, keberadaan gudang logistik di Distrik Sinak dan Agandugume merupakan solusi jangka menengah untuk mengatasi bencana yang kerap melanda daerah tersebut.
"Diharapkan tidak ada lagi kasus kelaparan di daerah ini dengan keberadaan gudang logistik. Ini adalah langkah penting yang harus kita pelihara," ujarnya.
Pembangunan dua gudang logistik ini menghabiskan dana sebesar Rp82 miliar yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Rp13 miliar pada tahap pertama, Rp27 miliar pada tahap kedua, dan Rp23 miliar pada tahap ketiga. Proyek ini rampung pada 15 Januari 2025.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Frets James Boray, mengungkapkan bahwa wilayah Papua Tengah kerap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, longsor, dan cuaca ekstrem. Sulitnya transportasi menyebabkan terhambatnya distribusi bantuan ke daerah terdampak.
"Distrik Agandugume dipilih sebagai lokasi strategis untuk gudang logistik ini agar pemerintah dapat mempercepat pendistribusian bantuan," ujar Frets.
Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua, turut mengungkapkan, bencana kemarau panjang di wilayah tersebut berdampak pada gagal panen, kelaparan, dan meningkatnya penyakit seperti diare.
"Gudang logistik ini menjadi solusi nyata dalam mengatasi kebutuhan pangan masyarakat saat bencana," tegasnya.
Pj Bupati Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan TNI dalam membangun fasilitas tersebut.
"Ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan TNI. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi ini. Gudang ini harus menjadi langkah maju dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Puncak," kata Nenu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga gudang logistik tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan di daerah.
Rapat koordinasi yang digelar bersamaan dengan peresmian ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi upaya penanganan bencana sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di Papua Tengah. (Faris)