Apa Perlunya ASN Diskusi Bela Negara?
Papua60detik - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mimika mengikuti Focus Group Discussion (FGD) pengabdian profesi ASN sebagai wujud keikutsertaan bela negara, Jumat (24/10/2025).
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai penyelenggara menyiapkan beberapa materi tentang empat konsensus dan tataran konsep bela negara (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika).
Materi lainnya adalah kebijakan dan pelayanan publik berlandaskan bela negara dan aksi inovatif sesuai jabatan masing-masing ASN.
Kepala Kesbangpol, Yan Slamet Purba mengatakan semua pihak perlu memahami dan melakukan bela negara. Sebelumnya kegiatan yang sama sudah dilakukan dan menyasar anak-anak sekolah.
"Yang membela negara ini semua, bukan saja TNI-Polri bukan saja anak-anak. Tetapi ASN juga perlu disentuh," ujar Yan Slamet.
Yan menilai, akhir-akhir ini bela negara mulai kendor, oleh karena itu, pemerintah pusat membuat kebijakan setiap menyanyikan lagu Indonesia raya dan mengucapkan Pancasila setiap jam 10 waktu setempat. Ia berharap, dengan kepemimpinan yang baru Indonesia semakin kuat dimulai dari pelajar.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom, menyebut ASN harus memiliki jiwa dan sikap bela negara serta cinta tanah air yang ditunjukkan melalui pelaksanaan tugas dan pengabdian secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Dalam menjalankan tugas, ASN juga perlu menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai penerapan wawasan nusantara yang menghormati keragaman budaya dan nilai-nilai daerah. Pelayanan publik harus berlandaskan pancasila,UUD 1945, wawasan kebangsaan dan nusantara serta bela negara.
"Yang tidak kalah penting, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman kerja, landasan moral, dan falsafah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Evert. (Martha)