Bagaimana Orang Timika Mengingat Klemen Tinal?
Almarhum Klemen Tinal
Almarhum Klemen Tinal

Papua60detik - Wakil Gubernur, Klemen Tinal meninggal dunia, Jumat (21/5/2021) di RS Abdi Waluyo Menteng. Almarhum rencana dimakamkan di Timika, Senin (24/5/2021).

Sebelum menjabat Wagub, pria yang akrab disapa KT ini adalah Bupati Mimika selama dua periode. Warga Timika mengenalnya dekat.

Setelah kepulangan ke Penciptanya, lalu bagaimana warga Timika mengingat sosoknya?

Dalam ingatan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika, Ustaz Muhammad Amin, KT merupakan sosok pemimpin merakyat. Kepentingan rakyat selalu ia taruh di atas kepentingan pribadinya.

Ia mengenal KT sebagai pribadi yang menghormati perbedaan dan mendorong pluralisme. Di mata KT, kenang Amin, semua agama setara.

"Beliau adalah bapak pembangunan Mimika. Selama dua periode menjadi Bupati Mimika, beliau membangun sarana ibadah (Gereja, Masjid, dan Pura) itu adil," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (23/5/2021).

Ia punya catatan, dalam kurun waktu 10 tahun memimpin Kabupaten Mimika, KT telah sebanyak 27 kali menghadiri langsung acara yang digelar oleh umat Islam di Timika.

"Beliau itu pemimpin yang ramah dan tidak pernah melupakan orang-orang yang berkawan dengan beliau. Ingatannya sangat kuat terhadap kita semua. Semoga Allah SWT membalas segala budi baik yang telah beliau persembahkan untuk Timika Papua," doanya.

Pernah jadi bawahan di organisasi Pemkab Mimika, Wakil Bupati Johannes Rettob mengenang KT sebagai sosok cerdas, inovatif, baik dan selalu berusaha merangkul semua orang.

"Saya tahu persis, karena saya salah satu yang ada dalam jajaran pemerintahan pada saat beliau menjabat, selama kurang lebih dua periode sebagai bupati Mimika," ujarnya.

Dengan wawasan luas, KT efektif sebagai seorang motivator. Setiap persoalan, selalu ia selesaikan dengan cara damai.

"Jadi beliau itu selalu berusaha agar bagaimana masalah bisa damai dan tidak timbul konflik lain, baik persoalan kemanusiaan, sosial, politik maupun agama," katanya.

Sebagai politikus, KT dikenal cerdas. Itu terbukti saat KT berhasil menjadi Bupati Mimika dan Wagub Papua selama dua periode.

"Saya rasa beliau selalu punya analisis yang tepat. Dan bukan hanya berhasil meraih jabatan, tetapi juga kinerja baik dalam program pembangunan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia," kata Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mimika I Nyoman Dwitana

Lebih hebat kata Nyoman, KT berhasil membangun kerukunan beragama dan pembauran kebangsaan berbagai suku nusantara.  KT berhasil merangkul semua suku dan agama sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman dalam menjalankan aktifitas.

Bagi Nyoman, KT adalah motivator bagi semua elemen suku bangsa dan agaman yang ada di Tanah Papua.

"Saya selaku ketua PHDI dan umat Hindu Mimika berdoa dengan kegigihan beliau saat berkarya sebagai pemimpin, semoga arwahnya menyatu dengan Tuhan mendapat surga dan keheningan tanpa derita," ucapnya.

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare bahkan menyebut KT sebagai seorang bapak pembangunan Mimika.

Dalam pelbagai aspek, katanya, konsep pembangunan KT sangat bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat.

"Beliau merupakan seorang sosok pemimpin yang merangkul dan dekat dengan semua kalangan," kenang Gery. (Fachruddin Aji)