Banyak Caleg Usia Muda di Mimika, Ini Pendapat Pemuda
Papua60detik - Sebuah fenomena menarik saat ini, banyak anak muda yang mengambil bagian dalam kontestasi calon legislatif (Caleg) atau calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Mimika.
Lantas bagaimana respon anak muda terhadap fenomena ini?
Baca Juga: Natalis Tabuni Nakhodai Nasdem Papua Tengah
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen (GMKI) Cabang Timika Ricard Arthur Tutu berpendapat bahwa saat ini generasi muda memegang peran yang krusial di Pemilu 2024, karena hampir setengah dari total pemilih itu adalah anak muda dan semoga tidak menjadi komoditas politik.
“Caleg muda yang akan bertarung memperebutkan kursi DPRD Mimika dalam Pemilu 2024 dan nantinya jika terpilih harus berani membuat gebrakan baru di Kabupaten Mimika. Tetapi, itu bukan hal mudah dan membutuhkan idealisme yang kuat,” kata Richard, Selasa (9/1/2023).
Ia berharap, kehadiran Caleg muda membawa gagasan baru memperjuangkan aspirasi anak muda di Kabupaten Mimiika. Namun hal yang paling utama menurutnya adalah mampu mengawal legislasi, monitoring, menemui dan memahami masalah yang ada di masyarakat Mimika.
Sementara itu Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika, Muhammad Amin berpendapat terkait caleg muda yang berseliweran di DPRD kota/kabupaten bahkan provinsi bukan fenomena luar biasa.
Amin mengatakan yang membuat caleg muda luar biasa karena dia memiliki track record berprestasi serta gagasan & komitmen tentang perannya yang merepresentasikan wakil rakyat dan menjadi penyambung aspirasi rakyat.
“Bukan karena usianya muda berarti merepresentasikan suara anak muda, jika tidak memiliki visi yang sejajar bersama anak muda maka sesungguhnya Caleg muda bukalah labuhan hati yang tepat untuk anak muda,” kata Amin.
Amin juga sependapat dengan ketua GMKI Richard bahwa yang bahwa dengan jumlah pemilih usia muda saat ini, yang angkanya sekitar 56,45 persen, ia memproyeksi pos legislatif nanti akan ditentukan oleh suara anak muda.
“Sudah saatnya anak muda jangan hanya dijadikan sebagai objek politik. Anak muda harus berperan penting dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas agar melahirkan wakil rakyat yang pro rakyat dan pro anak muda,” pungkas Amin. (Faris)