Belajar dari Aceh & Sumatera, Pemprov Papua Tengah Janji Jaga Hutan
Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Herman Kayame. Foto : Elia Douw/ Papua60detik
Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Herman Kayame. Foto : Elia Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan dan berakhir jadu bencana seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Aceh dan Sumatera itu menjadi contoh dan pengalaman dalam kehidupan kita,” kata Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Herman Kayame dalam wawancara, Rabu (11/2/2026).

‎Menurutnya, hutan di Papua Tengah perlu dijaga secara serius agar di kemudian hari tidak mengalami kerusakan seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Pemerintah daerah, kata dia, siap bekerja keras untuk melindungi dan menjaga kawasan hutan.

‎“Kami dari pemerintah siap dan bekerja keras untuk melindungi dan menjaga hutan-hutan kita,” tegasnya.

‎Ia menyoroti aktivitas pembukaan hutan, terutama yang berkaitan dengan tambang tradisional. Pemerintah saat ini tengah melihat dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan agar tidak menimbulkan dampak buruk di masa mendatang.

‎“Untuk masyarakat lokal, ada yang membuka hutan untuk lahan, ada juga yang menambang tanpa melihat risiko-risiko yang mereka hadapi nanti. Ini yang perlu kita beri pemahaman,” jelasnya.

‎Selain itu, ia menyinggung aktivitas para pengusaha, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit. Ia mengklaim, Dinas Kehutanan melakukan pengawasan dan kontrol.

‎“Ada tambang yang dibuka pengusaha, ada juga kelapa sawit. Dari Dinas Kehutanan selalu mengadakan kontrol untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tambahnya.

‎Pemprov Papua Tengah berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun pelaku usaha bersama-sama menjaga kelestarian hutan demi keberlanjutan lingkungan. (Elia Douw)