Belum Kelar Penyakit Menular, Hipertensi & Diabetes Kini Masuk 10 Besar di Timika
Papua60detik - Masih pontang panting berjibaku dengan penyakit menular, seperti TB, HIV-AIDS dan malaria, kini Mimika sudah diperhadapkan meningginya kasus penyakit tidak menular.
Data Dinas Kesehatan Mimika menunjukkan, penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit.
"Penyakit menular belum bisa kita atasi dengan begitu baik, tetapi penyakit tidak menular juga sudah mulai masuk.ke 10 besar penyakit terutama DM dan hipertensi," ujar Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Farida, saat diwawancarai, Rabu (16/07/2026).
Dulu, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya, lebih banyak dikaitkan dengan faktor keturunan dan usia. Namun, sekarang kondisinya sudah berbeda. Gaya hidup menjadi faktor risiko terutama pada pilihan konsumsi.
Farida menyebut, masyarakat sekarang lebih suka makanan instan yang berbahan pengawet serta kadar gula tinggi. Sementara dari sisi pola hidup, masyarakat semakin malas bergerak, tidur tidak teratur, jarang berolah raga.
"Saya mengingat pernah satu kali saya dampingi tim dari Balitbangkes, kami di dalam mobil saja. Dia lihat lalu bilang "Saya bisa prediksi 10 tahun ke depan Timika ini panen penyakit gula. Saya lihat sepanjang jalan banyak orang gemuk," kata Farida menirukan apa yang dikatakan oleh salah satu anggota tim.
Farida berharap seluruh Faskes memperkuat edukasi dan rutin melakukan promosi kesehatan.
Ia mengapresiasi kegiatan Car Free Day setiap hari Sabtu yang bisa menjadi salah satu cara mengedukasi dan mengajak masyarakat lebih banyak bergerak dan beraktivitas fisik.
"Itu juga bagian dari promosi. Jadi kalau itu bisa berjalan efektif dan berkelanjutan itu akan membantu bidang kesehatan, edukasinya sudah langsung dipraktikkan," harapnya.
Sebelumnya, di Puskesmas Timika juga mencatat pergeseran usia khususnya pada penderita hipertensi. Jika sebelumnya hipertensi umumnya ditemukan pada usia di atas 40 tahun, kini kasus serupa sudah banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.
"Rata-rata usia terkena hipertensi itu semakin turun, semakin muda. Bahkan, penderita hipertensi sudah kita temukan pada usia sekitar 25 tahun. Dulu-dulu mungkin kita beranggapan umur 40-an baru kena," kata Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung beberapa waktu lalu. (Martha)