Berikut Capaian Valentinus Selama 4 Bulan Jabat Pj Bupati Mimika
Papua60detik – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, memaparkan berbagai capaian program strategis selama 4 bulan 6 hari masa jabatannya.
Valentinus mengaku, sektor pendidikan menjadi fokus utamanya. Ia di antaranya menata birokrasi, merehabilitasi dan pengadaan sarana prasarana di Sentra Pendidikan, serta melaksanakan Program Numerasi Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) bagi siswa-siswi di Sentra Pendidikan.
Baca Juga: Pemkab Mimika Berlakukan WFH Setiap Jumat
Tak hanya itu, Valentinus juga mendorong kerja sama antara Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia, dan Teknologi Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung program numerasi bagi anak usia dini.
Masih di bidang pendidikan, Valentinus menginisiasi bimbingan belajar Matematika dan Bahasa Inggris bagi siswa Orang Asli Papua (OAP) di SMK Negeri 3 Mimika serta program akselerasi untuk siswa kelas III SMA dari Suku Amungme dan Kamoro.
“Memang fokus saya lebih ke pendidikan yang harus ditingkatkan,” ujar Valentinus, Selasa (14/1/2025).
Dalam hal pelayanan publik, Valentinus menyebut capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Mimika pada tahun 2024 mencapai 95,42 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Papua Tengah. Rinciannya meliputi sektor pendidikan 98,5 persen, kesehatan 93,78 persen, pekerjaan umum 87,99 persen perumahan rakyat 100 persen ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat 92,69 persen dan sosial 100 persen.
Di sektor anggaran, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Mimika tahun 2024 mencapai Rp459,45 miliar. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahun 2024, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika sebesar 84,87 persen atau Rp6,21 triliun dari total pagu Rp7,32 triliun. Sementara, anggaran yang tidak terserap sebesar 15,13 persen atau Rp1,10 triliun.
“Kalau SiLPA di bidang pendidikan, maka yang rugi adalah anak-anak kita. SiLPA terjadi karena perencanaannya tidak baik sehingga tidak terserap dengan maksimal. Maka pada tahun 2025 saya minta pada bidang pendidikan sebesar Rp1,1 triliun harus disusun dengan perencanaan yang lebih detail,” tegasnya.
Di sektor ekonomi dan infrastruktur, katanya, ia menjalankan program padat karya di 18 distrik sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Ia juga mengimplementasikan program penyediaan air bersih dengan sistem gravitasi di daerah pesisir seperti Potowaiburu dan penggunaan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk mengolah air payau menjadi air siap minum.
Selain itu, Valentinus memperkenalkan uji coba program daur ulang sampah organik menjadi pupuk dan sampah non-organik menjadi paving block sebagai solusi pengelolaan sampah di Mimika. (Faris)