BPS Dorong Perbanyak Desa Cantik, Langkah Wujudkan Satu Data Indonesia
BPS Mimika gelar Forum Group Discussion (FGD) pembinaan statistik sektoral dan standar pelayanan, pencanangan desa cantik dan pokok statistik, Rabu (21/05/2025). Foto; Martha/Papua60detik
BPS Mimika gelar Forum Group Discussion (FGD) pembinaan statistik sektoral dan standar pelayanan, pencanangan desa cantik dan pokok statistik, Rabu (21/05/2025). Foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika gelar Forum Group Discussion (FGD) pembinaan statistik sektoral dan standar pelayanan, pencanangan desa cantik dan pokok statistik, Rabu (21/05/2025). 

Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura menjelaskan program desa cantik atau desa cinta statistik merupakan salah satu upaya mewujudkan satu data Indonesia. Program ini merupakan program unggulan mantan Presiden Jokowi, yaitu mengintegrasikan seluruh kegiatan yang ada di tingkat daerah. 

Pemkab Mimika sendiri sudah menerapkan program desa cantik di desa Mawokauw Jaya dan tahun ini BPS mencanangkan kampung Kamoro Jaya. Kata, Ouceu,  apabila semua distrik bisa menerapkan desa cantik, mulai dari kelahiran hingga kematian akan tercatat di BPS dan Disdukcapil secara real time. 

"Program Desa Cantik digalakkan untuk meningkatkan kemampuan desa dalam melakukan pendataan mandiri dan membuat infografis. Dengan demikian, setiap desa dapat memiliki pencatatan data yang rapi dan akurat," ujar Ouceu. 

Oleh karena itu, BPS sebagai pembina data sektoral akan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengumpulkan data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan, instansi-instansi pemerintah dan akademisi sepakat bekerja sama dalam menciptakan desa cantik lebih banyak lagi. 

Program ini juga diharapkan dapat diintegrasikan dengan program smart city  Pemkab Mimika, dalam hal meningkatkan kualitas data dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Sementara Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, menyebut statistik sektoral yang disusun oleh perangkat daerah memiliki peran penting dalam menyusun indikator kinerja daerah serta mengevaluasi pencapaian pembangunan yang telah dilaksanakan. 

Rekomendasi statistik dari BPS merupakan acuan penting untuk menjamin keselarasan dan keterpaduan data sektoral. Rekomendasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen pengendali mutu agar data yang dihasilkan OPD memiliki standar dan validitas yang dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BPS sangatlah penting dalam mewujudkan satu data indonesia. Seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif berkoordinasi dengan BPS, khususnya dalam penerapan prinsip satu data indonesia di Kabupaten Mimika," pungkasnya. (Martha)