Buka Puasa Bersama, Dua Legislator Santuni Anak Yatim Piatu
Anggota DPR RI, Sulaeman L Hamzah dan anggota DPR Papua Fauzun Nihayah buka puasa bersama unsur Muspida, para tokoh dan sejumlah jurnalis di Swissbell Hotel di Merauke, Senin (25/4/2022). Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Anggota DPR RI, Sulaeman L Hamzah dan anggota DPR Papua Fauzun Nihayah buka puasa bersama unsur Muspida, para tokoh dan sejumlah jurnalis di Swissbell Hotel di Merauke, Senin (25/4/2022). Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik - Anggota DPR RI, Sulaeman L Hamzah dan anggota DPR Papua Fauzun Nihayah mengadakan acara buka puasa bersama unsur Muspida, para tokoh dan sejumlah jurnalis di Swissbell Hotel di Merauke, Papua pada Senin (25/4/2022) sore. 

Selain sejumlah elemen di atas, acara silaturahmi ini juga dihadiri puluhan anak yatim piatu dan difabel di Merauke. 

Di akhir acara, Sulaeman L Hamzah dan Fauzun Nihayah memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan difabel. 

"Ini acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu, tapi lebih besar kepada silaturahim dengan semua penggerak pembangunan di Merauke, termasuk dengan TNI-Polri," kata anggota DPR RI, Sulaeman L Hamzah. 

Sulaeman mengatakan, melalui acara silaturahmi tersebut, ia bermaksud bekerja sama dengan seluruh mitra kerja di daerah dalam upaya mendorong pembangunan di wilayah selatan Papua, juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. 

"Melalui acara ini, kami bisa menyatukan persepsi, lalu bersinergi, dan kemudian kita bisa bersama-sama membangun daerah dan meningkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah mengatakan bahwa kegiatan santunan kepada anak yatim piatu dan difabel merupaka  program rutin yang dilaksanakan setahun dua kali.

"Ini sudah menjadi program rutin tahunan, yakni di bulan ramadhan dan bulan muharram. Anak-anak ini dari berbagai suku di selatan, ada dari Boven, Asmat, Mappi dan juga Merauke," kata Fauzun. 

Ia menyebut, ada 99 anak yang disantuni di momentum bulan suci tahun ini. Sebagian besar di antara mereka adalah anak-anak asli Papua yang sudah tidak beribu dan berayah lagi. 

"Dari 99 anak, 45 orang benar-benar yatim piatu. Kami harapkan, kehadiran kami bisa memberi manfaat untuk masyarakat melalui bantuan sosial dan sentuhan kasih," pungkasnya. (Eman Riberu)