Bukan Jatuh, BF Diduga Tewas Dianiaya di Area Pendulangan Mile 48
Jenazah BF saat dievakuasi. Foto: Istimewa
Jenazah BF saat dievakuasi. Foto: Istimewa

Papua60detik - Seorang pendulang emas tradisional di area kerja PTFI Mile 48 yang ditemukan meninggal dunia pada 5 Januari lalu ternyata bukan terjatuh dari jembatan gantung. 

Perkembangan terbaru, kematian korban berinisial BF itu mengarah ke kasus penganiayaan. 

Kapolsek Kuala Kencana, AKP Stefanus Yimsi mengatakan, pihak keluarga korban sudah membuat laporan di Polsek Kuala Kencana. 

Kapolsek menerangkan, mulanya pelapor berinisial KF ditelepon oleh HL bahwa korban BF jatuh saat menyebrang jembatan gantung dan meninggal dunia di tempat. KF lalu mendatangi Mile 48 mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka.

Namun, pada 10 Januari 2025, KF mendapat informasi baru, bahwa korban meninggal bukan karena terjatuh dari jembatan gantung, tetapi akibat penganiayaan.

“Jadi, saat itu mereka sedang konsumsi miras. Kemudian pelaku HP memukul korban BF secara tiba-tiba dan langsung terjatuh dari kursi, bukan dari jembatan gantung,” ujar Kapolsek, pada Kamis (16/1/2025).

Ia mengatakan, terduga pelaku sudah ditaham pada 13 Januari lalu. Polsek Kuala Kencana masih melakukan penyelidikan.

“Pelaku memang sudah kami amankan Senin kemarin. Namun kami masih minta keterangan lebih lanjut. Kami belum bisa terapkan pelanggaran pasal kepada terduga pelaku, tapi yang jelas pasal berlapis. Karena telah membuat keterangan palsu di hadapan polisi,” pungkasnya. (Eka)